RADARMAJAPAHIT – Mungkin bagi sebagian orang masih asing mendengar nama Candi Minak Jinggo.
Situs yang berada di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, ini merupakan sisa runtuhan bangunan sakral.
Yang diyakini sebagai tempat peribadatan keluarga bangsawan raja Majapahit kala itu.
Candi Minak Jinggo ditemukan pada abad ke 19 masehi oleh Wardenaar sebagaimana tercantum di buku History of Java tahun 1817.
Bagian candi memiliki struktur dengan luas sekitar 27,8 x 24,3 meter. Yang dikelilingi pagar dari batu bata kuno berukuran 23 x 22 meter.
Pintu masuk candi ini ada di sebelah barat. Terlihat dari adanya struktur anak tangga hasil ekskavasi arkeologis yang telah dilakukan beberapa tahun lalu.
Di tangah candi terdapat struktur altar yang diyakini sebagai tempat beribadahnya para raja Majapahit kala itu yang menghadap ke arah matahari terbit.
Juru pelihara Candi Minak Jinggo Asik, 50, menerangkan, ekskavasi candi Minak Jinggo dilakukan pada tahun 1997 dan 1998.
Sedangkan pemugaran pada candi dilakukan pada tahun 2007, 2008, dan 2010.
Selama ekskavasi banyak ditemukan berbagai macam relief candi, hingga arca burung garuda. Sejumlah runtuhan yang berada disekeliling area candi tampak memiliki motif relief sapi.
Baca Juga: Temuan Arca Candi Minak Jinggo, Melambangkan tentang Cerita Kehidupan Manusia
Arca-arca tersebut dibawa ke PIM dan di area candi hanya tersisa runtuhan bangunan candi.
”Saat ekskavasi bangunan yang ditemukan berupa bangunan peribadatan pada masa kerajaan dulu,” ujar Asik.
Tempat ini jarang dikunjungi oleh para wisatawan karena disakralkan warga sekitar.
Pengunjung yang kerap datang ke situs ini memiliki tujuan untuk melakukan peribadatan terlebih lagi pada malam hari dan pada malam satu suro.
”Tahun 2010 saat ekskavasi berlangsung ditemukan sebuah arca yang mirip kepala naga, namun tidak utuh hanya bagian atasnya saja. Simbol arca bentuk naga ini memperkuat bahwa situs ini dahulunya digunakan sebagai tempat peribadatan,” pungkasnya. (zukria amelia)
Editor : Martda Vadetya