Sejarah dan Mitos Situs Sumur Upas di Trowulan Mojokerto
RADARMAJAPAHIT – Masing-masing cagar budaya tinggalan era Majapahit punya sejarah hingga mitos dibaliknya.
Seperti Situs Candi Kedaton Sumur Upas yang diyakini punya lorong rahasia tembus ke Laut Kidul.
Sejak kali pertama ditemukan pada tahun 1930, komplek situs di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, ini punya sejarah dan mitos dengan beragam versi.
Yang beredar di masyarakat sejauh ini, Sumur Upas merupakan jalan rahasia menuju ke suatu tempat aman bagi raja saat kerajaan diserang.
Selain itu, sebagian orang mempercayai sumur kuno tersebut merupakan persimpangan menuju Laut Kidul atau Laut selatan.
”Menurut BPK Wilayah XI Jatim, Situs Sumur Upas ini ditutup karena mengandung gas beracun berbahaya. ini buktikan oleh seseorang ketika masuk kedalam sumur lebih jauh akan lemas. Dari situ muncul sebutan Sumur Upas atau sumur beracun,” ungkap Mi’in, Juru Pelihara Situs Sumur Upas.
Dulu, Sumur Upas hanya berupa gundukan tanah yang diperkuat tanggul berupa susunan bata kuno.
Struktur bangunan pada sumur dikelilingi oleh tembok bata yang terbagi sejumlah sekat-sekat.
Yang diatasnya ditumbuhi beberapa pohon seperti pohon beringin dan pohon tanjung.
Saat ini, yang tampak merupakan bagian puncak dari struktur sumur kuno tersebut.
Struktur tersebut berbentuk persegi dengan permukaan rata dari susunan bata dengan bibir sumur di bagian tengahnya.
Namun, warga maupun pihak BPK Wilayah XI Jatim belum mengetahui pasti fungsi ruangan tersebut.
Meski demikian, Situs Sumur Upas menjadi tempat yang dikeramatkan oleh warga setempat.
Sehingga tak jarang pengunjung dari berbagai daerah melakukan ritual keagamaan di kompleks cagar budaya budaya satu ini.
”Situs ini jarang dikunjungi oleh para wisatawan seperti candi tikus dan candi bajang ratu, karena mungkin tempatnya yang searah dengan makam Troloyo,” tandas Nur, pengunjung asal Mojokerto. (zukria amelia)
Editor : Martda Vadetya