Lakon Drama Tari Kolosal Mustiko Pinilih di HUT Kabupaten Mojokerto ke-731
RADARMAJAPAHIT - Setelah penobatan Tribuana Tunggadewi sebagai Raja Majapahit ke tiga, masih ada pemberontakan disana sini. Termasuk pemberontakan Ario Sadeng.
Sebagai tanggung jawab seorang pemimpin, Tribuana menghadapi sendiri perlawanan Ario Sadeng tersebut. Hingga akhirnya Sadeng tewas ditangan ratu Majapahit itu.
Seni drama tari kolosal dengan lakon Mustiko Pinilih ini dipentaskan secara epik di depan umum dalam perayaan hari jadi Kabupaten Mojokerto ke-731 di halaman Kantor Pemkab Mojokerto Jalan A.Yani Kota Mojokerto, Kamis (9/5).
Setu Diharjo, koreografer tarian kolosal tersebut mengatakan, penari dan aktor dalam pementasan ini merupakan gabungan dari berbagai pelaku seni.
Mulai dari pelajar SMPN Sooko hingga para seniman muda Kabupaten Mojokerto. Setu menambahkan, Mustiko Pinilih merupakan cerita kekuatan raja perempuan era Majapahit yang melindungi dan mensejahterakan rakyatnya.
Setelah penampilan sendra tari kolosal, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan sambutan.
Baca Juga: Tiga Candi di Mojokerto Menyimpan Mitos dan Misteri
Dalam perayaan hari jadi Kabupaten Mojokerto ke-732 di halaman pemkab ini, dihadiri seluruh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda).
Baik wilayah Kota maupun Kabupaten Mojokerto. Turut hadir, Pj Walikota Mojokerto Moh.Ali Kuncoro, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri, Kapolres Kobupaten Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, Ketua DPRD Kabuoaten Mojokerto Ayni Zuhro hingga mantan Bupati Mojokerto Priode 2002-2008 Achmadi.
Acara dilanjutkan potong tumpeng dan doa bersama. Meski sederhana acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. (fan)
Editor : Martda Vadetya