Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ini Lorong Rahasia Persembunyian Para Raja Majapahit dari Serangan Musuh

Martda Vadetya • Kamis, 9 Mei 2024 | 03:10 WIB

TERAWAT: Kondisi Candi Kedaton Sumur Upas yang terjaga kelestariannya hingga saat ini. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
TERAWAT: Kondisi Candi Kedaton Sumur Upas yang terjaga kelestariannya hingga saat ini. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

Sejarah Situs Candi Kedaton Sumur Upas

RADARMAJAPAHIT – Situs cagar budaya peninggalan era Majapahit yang tersebar di wilayah Trowulan, Mojokerto, didirikan dengan masing-masing fungsi dan tujuan.

Seperti Situs Candi Kedaton Sumur Upas di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, yang diyakini terdapat salah satu lorong rahasia tempat para raja Wilwatikta bersembunyi dari serangan musuh.

Situs Candi Kedaton Sumur Upas berada dalam satu kompleks. Kali pertama ditemukan oleh warga setempat dan dilakukan pemugaran pada tahun 1996 hingga 2003 oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.

Mi’in, juru pelihara situs menceritakan, saat pemugaran kala itu banyak ditemukan gerabah kuno serta lepa berwarna putih pada dinding struktur.

Keberadaan lepa ini membuat struktur barngunan lebih kedap air. Sementara sejumlah temuan gerabah kuno dibawa ke Museum Trowulan atau PIM agar tetap terawat.

Menurut cerita yang beredar, lanjut Mi’in, Sumur Upas merupakan lorong rahasia menuju suatu tempat aman ketika raja sedang diserang oleh musuh.

Maka dari itu sumur ini dinamakan Upas yang memiliki arti beracun, atau sumur beracun.

”Disekeliling sumur upas dan candi kedaton terdapat struktur bangunan yang diyakini sebagai pemukiman warga zaman Kerajaan Majapahit,” papar Mi’in.

PELESTARIAN: Situs Candi Kedaton Sumur Upas telah dipugar BPK Wilayah XI Jatim pada tahun 1996 hingga 2003 silam. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
PELESTARIAN: Situs Candi Kedaton Sumur Upas telah dipugar BPK Wilayah XI Jatim pada tahun 1996 hingga 2003 silam. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

Area Situs Candi Kedaton Sumur Upas kini telah dilindungi oleh bangunan cungkup.

Di bawah bangunan cungkup terdiri dari bangunan I yakni bangunan Candi Kedaton.

Sedangkan bangunan II merupakan struktur Sumur Upas dan kumpulan batu lepas seperti batu dakon, umpak, ambang pintu hingga lumpang.

Hingga kini, tak sedikit pengungjung yang melakukan ritual di salah satu cagar budaya tinggalan Majapahit ini.

Di samping itu, banyak pula pengunjung yang datang untuk belajar sejarah peradaban Majapahit.

Wisatawan yang berkunjung ke situs ini datang dari berbagai daerah. Baik wisatawan lokal dari berbagai daerah hingga turis mancanegara.

”Tempat ini sangat terbuka untuk para wisatawan, asalkan tidak merusak bangunan sejarah ini,” imbuhnya.

BPK Wilayah XI Jatim melakukan sejumlah upaya pelestarian dan pelindungan pada situs ini.

Mulai dari inventarisasi artefak, kegiatan zonasi, konservasi secara berkala, dan menempatkan juru pelihara.

Untuk masuk lokasi candi kita hanya dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 4 ribu, dan Rp 2 ribu untuk anak – anak. (zukria amelia)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #Candi Kedaton #trowulan #sumur upas trowulan