Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ternyata Lokasi Wisata di Mojokerto Ini Menyimpan Mitos, Simak Kisahnya!

Martda Vadetya • Minggu, 5 Mei 2024 | 14:04 WIB

 

NASIB BURUK: Mitos seseorang dilarang melewati Gapura Bajang Ratu karena bisa bernasib buruk. (foto: dok. JPRM)
NASIB BURUK: Mitos seseorang dilarang melewati Gapura Bajang Ratu karena bisa bernasib buruk. (foto: dok. JPRM)

RADARMAJAPAHIT – Mojokerto punya banyak objek wisata alam maupun sejarah dan budaya. Tapi ternyata setiap lokasi tersebut menyimpan berbagai mitos yang tidak banyak diketahui publik.

Penasaran apa saja mitos dan dikasahnya? Yuk, simak informasinya.

  1. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu merupakan salah satu candi Kerajaan Majapahit. Selain sejarahnya ada mitos dan misteri yang menyertai.

Bangunan dari bata merah kuno di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, ini berupa gapura paduraksaatau gapura yang memiliki atap.

Di tengah masyarakat beredar mitos, jika gapura ini memiliki hubungan erat dengan Raja Jayanegara.

Gapura ini disebut sebagai gerbang masuk ke bangunan suci tempat wafatnya Raja Jayanegara.

Selain itu, ada mitos lain dari candi. Seseorang yang melewati gapura tersebut akan bernasib buruk.

Terutama bagi para pejabat pemerintah, apabila melanggarnya mereka akan kehilangan jabatan.

KEYAKINAN: Saat melewati Watu Blorok harus permisi agar bernasib baik. (foto: dok. JPRM)
KEYAKINAN: Saat melewati Watu Blorok harus permisi agar bernasib baik. (foto: dok. JPRM)
  1. Watu Blorok

Watu Blorok merupakan batu besar yang dikeramatkan masyarakat.  

Tak sedikit masyarakat yang melakukan ritual di pada batu yang terletak di Dusun Pasinan, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, ini.

Konon, pengendara yang melewati jalan Mojokerto-Gresik itu harus membunyikan klakson, memberikan taburan bunga, atau bahkan melemparkan uang koin sebagai wujud permisi saat lewat.

Jika tidak dilakukan, konon orang itu akan mengalami kecelakaan.

Warga setempat atau bukan, masih banyak yang melakukan ritual ini di Watu Blorok.

Dibalik mitos tersebut, ada cerita turun temurun di masyarakat jika batu ini didiami oleh sosok Joko Welas dan Roro Wilis.

Keduanya merupakan seorang ksatria Majapahit yang dikutuk menjadi batu karena kenekatannya memasuki hutan terlarang, yaitu alas Watu Blorok.

LEGENDA: Beredar mitos tersimpan banyak emas di dasar Kolam Segaran. (foto: dok JPRM)
LEGENDA: Beredar mitos tersimpan banyak emas di dasar Kolam Segaran. (foto: dok JPRM)
  1. Kolam Segaran

Kolam segaran merupakan kanal peninggalan Majapahit yang terletak di Desa/Kecamatan Trowulan.

Di kolam ini juga terdapat mitos mengenai emas peninggalan Majapahit di tersimpan dasar kolam.

Itu karena kolam segaran ini dulunya merupakan sebuah tempat yang digunakan sebagai temapat menjamu para tamu Kerajaan Majapahit dari China.

Dalam perjamuan tersebut, raja menyuguhkan hidangan mewah dan menggunakan peralatan makan dari emas.

Untuk menunjukkan kekayaannya, peralatan makan emas tersebut dibuangnya ke kolam.

Tapi, setelah pesta usai, peralatan emas tersebut diambil kembali menggunakan jaring yang terpasang di dalam kolam.

Meski begitu ada yang beranggapan jika emas itu dibiarkan di dasar kolam.

MISTERI: Sosok hantu penunjuk jalan di Jalur Cangar mitosnya bisa menyesatkan pengguna jalan ke arah yang salah. (foto: dok JPRM)
MISTERI: Sosok hantu penunjuk jalan di Jalur Cangar mitosnya bisa menyesatkan pengguna jalan ke arah yang salah. (foto: dok JPRM)
  1. Jembatan Cangar

Jembatan di kawasan taman hutan raya (Tahura) Raden Soerjo ini merupakan penghubung Mojokerto dan Batu.

Sehingga tak heran jikan pengguna jalan disuguhkan pemandangan alam yang ciamik dan udara segar saat melintas.

Tapi, dibalik keindahan itu, ternyata ada mitos mengerikan yang akan membuat bulu kuduk berdiri saat melewatinya pada malam hari.

Yakni, adanya cerita mistis seperti sosok genderuwo dan sosok penunjuk jalan di jembatan tersebut.

Sosok hantu penunjuk jalan itu akan mengarahkan pengendara untuk mengambil jalur ilusi yang membawanya ke nasib buruk.

Konon, hantu tersebut menunjukkan jalan jembatan berbelok. Padahal nyatanya jembatan ini lurus.

Pengemudi yang membelokkan kemudinya akan mengarah ke sungai atau ke jurang sekitar jembatan.

Tanda-tanda yang ditunjukkan kehadiran makhluk halus ini adalah adanya bau anyir darah atau bisikan negatif.

LEGENDA: Kawasan Air Terjun Watu Lumpang dulunya diyakini merupakan perkampungan kuno.
LEGENDA: Kawasan Air Terjun Watu Lumpang dulunya diyakini merupakan perkampungan kuno.
  1. Air Terjun Watu Lumpang

Air terjun ini merupakan salah satu destinasi wisata alam di wilayah Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Wisata alam ini punya keunikan tersendiri yakni terdapat dua air terjun yang bersebelahan.

Aliran air terjun ini rekatif tidak terlalu deras dan masih terjaga kealamian karena masih tergolong baru dan jarang dikunjungi wisatawan.

Selain menawarkan pemandangan alam yang bagus, air jernih dan udara yang segar, juga terdapat mitos di dalamnya.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, area air terjun ini dulunya merupakan perkampungan kuno era Majapahit.

Dan merupakan tempat pemandian serta bersantai para putri bangsawan Wilwatikta.

Itu dibuktikan adanya bebatuan berbentuk lumpang dan genting di sekitar air terjun yang diyakini sebagai peninggalan era klasik. (Firza Aulia Ningrum)

Editor : Martda Vadetya
#wisata #mojokerto #majapahit #mitos