RADARMAJAPAHIT– Kota Mojokerto punya segudang spot foto estetik yang bisa dijujuk saat anda mau hunting. Dari tiga kecamatan yang ada, gerbang Begraafplaatsen Mojokerto atau Tempat Pemakaman Mojokerto, wajib anda kunjungi.
Spot foto ini merupakan cagar budaya tinggalan kolonial Belanda yang berdiri timur Jalan Raya Bypass Sekar Putih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Sepasang gapura kuno ini berdiri di salah satu aset lahan mati milik Pemkot Mojokerto yang kemudian dibangun ruang terbuka hijau (RTH) pada tahun 2023 lalu. Sehingga terdapat taman di sekitaran area gapura.
Dulunya, gapura beton yang disebut Begraafplaatsen Mojokerto ini merupakan tetenger memasuki pemakaman orang-orang Belanda dan keturunan Tionghoa di Mojokerto.
”Gapura peninggalan kolonial Belanda yang tersisa ada dua, pertama ada di depan tempat pemotongan hewan dan yang kedua di utara Puskesmas Kelurahan Kedundung, kalau dari arah Kota Mojokerto,” ungkap Alamsyah, Mahasiswa asal Kota Mojokerto.
Menurut pria 23 tahun ini, gerbang di dekat Puskesmas Kedundung ini kerap dijadikan spot foto sekaligus tempat nongkrong kawula muda saat malam hari.
Kesan estetik tempat ini semakin terasa saat malam hari lantaran dilengkapi dengan sejumlah lampu warna-warni.
Tak hanya itu, RTH ini sudah dilengkapi kursi dan lampu taman tematik yang membuat pengunjung kian betah.
Namun, Alamsyah menyayangkan, gapura kuno di sekitar UPT Rumah Potong Hewan ini justru jadi sasaran aksi vandalisme.
”Banyak orang yang minim kesadaran untuk menjaga cagar budaya ini. Salah satunya bisa dilihat pada tembok gerbang yang ada coretan cat pilox,” sesalnya.
Meski begitu, kebersihan kawasan cagar budaya ini tetap terjaga. Salah satunya pada area taman yang rumputnya tampak hijau subur. (zukria amelia)
Editor : Martda Vadetya