RADARMAJAPAHIT – Situs Candi Rimbi di Dusun/Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang, punya sejumlah daya tarik tersendiri.
Berdiri di bawah kaki Gunung Anjasmoro, candi pendharmaan ratu Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi, ini bahkan kerap jadi jujukan turis mancanegara.
Candi ini tersusun dari batu andesit dengan sejumlah panel relief yang mengelilingi struktur bangunan.
Bangunan sakral seluas 10x13 meter persegi ini dibangun pada tahun 1300-an atau abad ke 14 masehi. Namun, saat ini struktur utama candi hanya tersisa 12 meter saja.
Runtuhnya separo bagian candi ini disebut akibat beragam bencana alam yang kala itu kerap melanda tanah Jawa. Mulai dari banjir, gempa bumi hingga gunung meletus.
Reruntuhan ataupun relief yang ada pada larik candi ditemukan tak jauh dari lokasi. Hingga kini masih disusun rapi disekeliling kawasan situs.
Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk edukasi sejarah sekaligus berswafoto.
”Dalam satu bulan pengunjung yang datang sekitar 500 orang. Termasuk wisatawan dari mancanegara,” ungkap Parno, juru pelihara Candi Rimbi, Selasa (30/4).
Untuk memasuki kawasan candi pengunjung tidak dipatok biaya tiket masuk. Namun hanya dengan mengisi buku tamu saja.
Selain itu, situs purbakala ini punya panorama perswahan dan perkebunan yang elok. Struktur candi yang dikelilingi pohon rindang membuat kawasan situs makin asri dan membuat pengunjung nyaman.
”Saya sangat senang berada disini. Karena selain bisa belajar sejarah, tempatnya juga asri dan bersih. Akses jalan menuju candi juga mudah karena sesuai dengan google maps sehingga tidak sampai tersesat,” ungkap Putri, pengunjung Candi Rimbi asal Mojokerto.
Tak hanya itu, candi yang ditemukan pada abad ke-19 ini pun kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. ”Sering juga ada kunjungan wisatawan asing seperti Jepang atau Korea. Mereka juga belajar sejarah tentang Kerajaan Majapahit,” tandas Parno. (zukria amelia)
Editor : Martda Vadetya