Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jarang Dikunjungi, Makam Penyiar Islam Era Majapahit di Trowulan Mojokerto ini Tak Terawat

Martda Vadetya • Selasa, 30 April 2024 | 11:50 WIB

 

TAK TERURUS: Pengunjung mencermat empat makam penyiar Islam di Kompleks Pemakaman Troloyo, Trowulan, Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
TAK TERURUS: Pengunjung mencermat empat makam penyiar Islam di Kompleks Pemakaman Troloyo, Trowulan, Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Tidak sedikit peziarah yang berkunjung ke Kompleks Pemakaman Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Dari puluhan makam islam yang ada, beberapa di antaranya luput dari perhatian para pengunjung.

Meski makam terseubut diyakini sebagai makam tokoh penyiar islam di era Kerajaan Majapahit.

Terdapat empat makam di kawasan kompleks yang tampak jarang dikunjungi warga maupun pengunjung.

Empat makam ini sudah tidak terawat atau bahkan dianggap tidak ada. Terlihat dari rerumputan yang tumbuh di sekitar makam yang tak bercungkup tersebut.

”Makam itu sebenarnya juga merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam,” ujar Suyitno, 53, warga setempat, Senin (29/4).

Dijelaskannya, batu nisan keempat makam tersebut tidak bertuliskan angka tahun maupun nama.

SEPI: Pengunjung keluar dari pintu empat makam penyiar Islam di kompleks pemakaman Troloyo, Trowulan, Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
SEPI: Pengunjung keluar dari pintu empat makam penyiar Islam di kompleks pemakaman Troloyo, Trowulan, Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

Bahkan bangunan makamnya  hanya berupa tembok yang memiliki tinggi sekitar 80 centimeter (cm).

Dua di antaranya memiliki kaki nisan berbahan batu andesit yang ditutupi kain mori warna putih. Sedangkan, dua lainnya tidak memiliki kaki nisan.

”Semua makam berkepala nisan namun tidak ada yang tahu kapan tahun kematiannya” terangnya.

Empat makam ini ada di belakang bangunan utama makam Syekh Jumadil Kubro. Tepatnya di samping masjid Baitul Muttaqin.

Namun, pengunjung bisa melewati pintu belakang kompleks ke makam Ki Ageng Surgi unutuk mengunjungi makam ini. (Laila Ramadani)

Editor : Martda Vadetya
#troloyo #mojokerto #majapahit #trowulan