Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ini Situs Peninggalan Majapahit di Gunung Penanggungan Mojokerto yang Akan Kembali Digali

Martda Vadetya • Selasa, 30 April 2024 | 14:00 WIB
SEGERA DIGALI: Ekskavasi tahap empat Situs Selokelir dilakukan 2022 silam. BPK Wilayah XI Jatim segera menggulirkan ekskavasi lanjutan.
SEGERA DIGALI: Ekskavasi tahap empat Situs Selokelir dilakukan 2022 silam. BPK Wilayah XI Jatim segera menggulirkan ekskavasi lanjutan.

RADARMAJAPAHIT – Ekskavasi lanjutan Situs Selokelir di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, bakal segera digulirkan.

Sejumlah persiapan matang hingga tahap pra-ekskavasi telah dilakoni untuk menelusuri cagar budaya tinggalan Kerajaan Majapahit di Gunung Penanggungan ini.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur Endah Budi Heryani menuturkan, ekskavasi tahap lima akan digelar pertengahan Mei mendatang.

”Insya Allah kalau tidak ada halangan ekskavasinya nanti pertengahan bulan (Mei),” katanya.

Sejumlah persiapan matang telah disusun tim ekskavasi. Termasuk melakukan pra-ekskavasi sejak 25-29 April pada situs candi di lereng Gunung Penanggungan.

Selama lima hari tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim melakoni serangkaian persiapan. Di antaranya melakukan tes pit di sejumlah titik.

”Kita lakukan selama lima hari karena tim harus naik-turun  (medan curam) untuk ke lokasi,” ungkap Endah.

Tujuan pra-ekskavasi, untuk menelusuri sebaran sekaligus menentukan sasaran ekskavasi cagar budaya di area situs.

Termasuk menghitung waktu pelaksanaan ekskavasi, biaya, maupun jumlah tenaga yang dibutuhkan.

”Untuk di Gunung Penanggungan sementara fokusnya di Situs Selokelir dulu. Ini mulai jalan,” paparnya.

Sebelumnya, rencana ekskavasi lanjutan pada situs di ketinggian 760 mdpl ini sempat tertunda.

Sedianya BPK Wilayah XI Jawa Timur berencana melakukan ekskavasi lanjutan ini pada Maret lalu.

Namun, ditunda karena tingginya potensi cuaca buruk yang dinilai bisa menghambat dan mengancam keselamatan tim arkeolog.

Empat kali ekskavasi sebelumnya, tim arkeolog mendapati sejumlah temuan penting dan menarik. Mulai dari sejumlah batu andesit relief wayang hingga struktur altar.

Candi selokelir ditemukan Broekveldt, kontroler kebun kopi Belanda, pada 1904 silam pasca kebakaran besar melanda Gunung Penanggungan.

Dari situ terkuak banyak peninggalan cagar budaya era Klasik yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan.

Di antaranya, jalur kereta kuda dari susunan batu yang mengelilingi gunung Pawitra (suci). (vad/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #gunung penanggungan #situs selokelir #trawas