Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ditumbuhi Gulma dan Lumut, Candi Era Majapahit di Trowulan Mojokerto Dibersihkan

Martda Vadetya • Selasa, 30 April 2024 | 03:05 WIB

 

PEMBERSIHAN: Tim juru pelihara memanjat bagian atap Situs Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowukan, untuk membersihkan rumput dan lumut yang tumbuh menjalar.
PEMBERSIHAN: Tim juru pelihara memanjat bagian atap Situs Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowukan, untuk membersihkan rumput dan lumut yang tumbuh menjalar.

RADARMAJAPAHIT – Sejumlah candi dan situs purbakala di kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan kembali dibersihkan.

Perawatan yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim ini tak lain untuk memberantas tumbuhnya gulma maupun lumut yang mampu membuat struktur situs keropos.

Pembersihan sejumlah situs di wilayah Trowulan dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Tak hanya menyasar lingkungan sekitar, kebersihan objek dari tumbuhnya gulma turut jadi perhatian.

Terutama, bagi situs yang berdiri tanpa cungkup atau atap pelindung guyuran hujan dan terik matahari. Di antaranya, Situs Gapura Wringin Lawang, Bajang Ratu, dan Candi Brahu.

”Ini untuk membersihkan gulma yang tumbuh di atas batu bata situs. Kalau tidak segera dibersihkan, akan semakin banyak,” ujar Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Endah Budi Heryani.

Dia menjelaskan, pembersihan oleh masing-masing tim juru pelihara (jupel) situs ini dilakukan secara periodik.

”Rata-rata sebulan sekali. Tapi, ini kondisional ya, kalau memang sudah kotor ya langsung naik,” imbuh dia.

Pembersihan dilakukan secara manual. Petugas harus memanjat bagian candi yang tingginya hingga lebih dari 10 meter dengan menggunakan tangga.

”Tidak semua jupel bisa naik. Karena naik itu perlu keahlian khusus dan keberanian. Dan mereka sudah terproteksi BPJS kalau terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Endah.

Rumput dan lumut yang tumbuh di badan candi dibersihkan dengan tangan atau obat pembasmi gulma dengan sangat hati-hati.

Baca Juga: Situs Watukucur, Sanggar Pemujaan Peninggalan Empu Sindok Era Kerajaan Medang

Sebab, kalau sembarangan, bata kuno maupun anyar yang tersusun di candi bisa ikut rontok tercabut.

”Tujuan pembersihan ini untuk merawat dan menjaga objek cagar budaya dari pelapukan dan kerusakan.

Ini kita lakukan rutin baik di Mojokerto maupun situs-situs di Jawa Timur lainnya,” tandas Endah. (vad/ris)

Editor : Martda Vadetya
#cagar budaya #mojokerto #situs purbakala #trowulan #candi