Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Penyiar Islam di Troloyo, Kecamatan Trowulan Ini Jarang Didatangi Peziarah

Imron Arlado • Minggu, 28 April 2024 | 14:00 WIB
KERAMAT: Pengunjung mengamati makam Ki Ageng Surgi di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)
KERAMAT: Pengunjung mengamati makam Ki Ageng Surgi di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)

RADAR MAJAPAHIT, JAWAPOS.COM - Wisata religi di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi jujukan para peziarah.

Selain terkenal dengan adanya makam tokoh Islam sekaliber Syech Jumadil Kubri, figur besar penyebar agama Islam lainnya juga ada di lokasi ini. Seperti makam Ki Ageng Surgi.

Ki Ageng Surgi dikenal sebagai waliyullah dan juga seorang punggawa di masa Kerajaan Majapahit. Tidak hanya itu, ia juga merupakan sosok penyebar agama Islam pada masanya.

MAKAM TUA: Pengunjung keluar dari pintu makam Ki Ageng Surgi di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)
MAKAM TUA: Pengunjung keluar dari pintu makam Ki Ageng Surgi di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadani for Radar Majapahit)

”Dulu Ki Ageng Surgi menjadi prajurit kerajaan yang juga menyebarkan agama Islam di Bumi Majapahit,” ujar Suwamin, warga setempat, Sabtu (27/4).

Pria 69 tahun ini menjelaskan, Ki Ageng Surgi merupakan salah satu prajurit yang dikirim Wali Songo sepeninggal Raja Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Makam Ki Ageng Surgi merupakan makam yang jarang didatangi oleh para peziarah, karena makam tersebut berada di luar kompleks pemakaman Troloyo dan tidak banyak yang berziarah.

Panjang makam Ki Ageng Surgi sekitar 1,8 meter dan di sisi timur makam tersebut, terdapat  pendapa yang dijadikan tempat  peristirahatan para musafir maupun peziarah.

”Tempat tersebut juga kerap dijadikan warga sekitar untuk bersantai,” tandasnya. (Laila Ramadani)

Editor : Imron Arlado
#makam keramat #makam troloyo #trowulan #kerajaan majapahit