Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Panglima Perang di Era Raja Hayam Wuruk Ini Tak Banyak Dihiraukan Peziarah

Imron Arlado • Sabtu, 27 April 2024 | 07:41 WIB
BERSEJARAH: Syekh Qohar panglima perang Kerajaan Majapahit yang kini dimakamkan di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
BERSEJARAH: Syekh Qohar panglima perang Kerajaan Majapahit yang kini dimakamkan di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

RADAR MAJAPAHIT, JAWA POS - Di Komplek pemakaman Troloyo, setidaknya terdapat 19 orang yang dimakamkan. Satu di antaranya Syekh Qohar. Ia adalah sosok ternama di era Raja Hayam Wuruk. 

”Syekh Qohar merupakan panglima perang era Raja Hayam Wuruk yang berhasil masuk Islam,” ungkap Sutrisno, 55, warga setempat, Jumat (26/4).

Tidak hanya itu, Syekh Qohar juga salah satu tokoh yang turut serta menyebarkan agama Islam setelah dirinya memeluk Islam. Posisi makam Syekh Qohar ini berada di sisi barat kompleks pemakaman Troloyo.

KERAMAT: Makam Syekh Qohar yang disakralkan oleh warga setempat di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
KERAMAT: Makam Syekh Qohar yang disakralkan oleh warga setempat di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

”Terkadang itu orang kalau mau ke makam Syekh Qohar kesusahan karena letaknya yang mungkin terpencil,” ujarnya.

Meski berada pada tempat yang mungkin susah untuk ditemukan tetapi tidak jarang banyak peziarah yang datang ke makam Syekh Qohar. Peziarah yang datang berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Kediri, Blitar, hingga Jawa Tengah.

”Mungkin makam Syekh Qohar ini bukan jujukan utama bagi peziarah, tetapi tidak jarang yang berziarah dari luar kota bahkan luar provinsi yang datang untuk melakukan ritual keagamaan disini,” tandasnya. (Annisa Fadilah)

Editor : Imron Arlado
#makam keramat #makam troloyo #kerajaan majapahit