RADAR MAJAPAHIT – Penyebaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini, masuk ke Indonesia sudah sejak ada sejakabad ketujuh.
Hal ini tidak luput dari peran Wali Songo sebagai penggagas penyebaran agama Islam di Nusantara melalui berbagai macam pendekatan yang dilakukan.
Hal tersebut untuk mempermudah penyebaran agama Islam pada masyarakat yang masih kental dengan agama yang ada di kerajaan.
Dusun Gamping, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, memiliki banyak sekali makam sesepuh yang sangat dihormati oleh warga setempat. Makam tersebut merupakan makam Mbah Tudin yang merupakan sosok sesepuh desa yang berasal dari Bojonegoro. Makam Mbah Tudin terletak di dekat area makam umum.
”Mbah Tudin merupakan sosok sesepuh yang menyebarkan agama di desa ini,” ungkap, Sunoto, tokoh masyarakat Desa Gampingrowo, Jumat (26/4).
Makam Mbah Tudin ini bersebelahan dengan Makam Syekh Amiludin. Di area kompleks pemakaman tersebut terdapat pula sebuah pendapa yang digunakan peziarah untuk beristirahat. Serta, tersedia juga toilet untuk menambah kenyamanan para peziarah.
”Ketika saya sedang beristiqomah di makam Mbah Tudin, beliau selalu mengingatkan untuk membaca kalimat tauhid,” imbuhnya.
Makam Mbah Tudin sudah ada sejak dulu yang berupa gundukan tanah dengan bata kuno dan dikelilingi oleh pagar pembatas sederhana. Namun, renovasi makam ini dilakukan menggunakan bantuan dari warga setempat dan renovasi pada makam Mbah Tudin, baru saja selesai pada tahun ini.
Pria 68 tahun ini juga menjelaskan, jika Mbah Tudin mempunyai kerabat di daerah Gresik yang bernama Den Ayu Ngasih.
Tidak banyak orang yang tahu akan keberadaan makamnya karena tertutupi pohon yang rindang. Sehingga, tidak heran jika masyarakat setempat dan peziarah yang lain jarang datang ke makam tersebut. (Zukria Amelia)
Editor : Imron Arlado