Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Begini Kondisi Makam Prajurit Era Majapahit di Trowulan Mojokerto

Imron Arlado • Jumat, 26 April 2024 | 03:25 WIB
BERSEJARAH: Pengunjung berdoa di Makam Syekh Muniron yang berada di kompleks pemakaman Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
BERSEJARAH: Pengunjung berdoa di Makam Syekh Muniron yang berada di kompleks pemakaman Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.


RADARMAJAPAHIT – Sejumlah bangsawan Kerajaan Majapahit diyakini dimakamkan di Kompleks pemakaman Troloyo.


Tak hanya kaum bangsawan, kalangan prajurit Wilwatikta pun turut dikebumikan di pemakaman yang ada Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, ini.


Salah satu prajurit itu yakni Syekh Muniron atau yang dikenal sebagai Mbah Rembyong.
Dikisahkan, Syekh Muniron merupakan salah satu prajurit Wali Songo yang dikirim untuk menyebarkan agama Islam.


Kala itu, Syekh Muniron kerap singgah dan berpindah tempat hanya untuk beristirahat maupun berkumpul bersama prajurit yang lain.


”Dahulu Mbah Rembyong memiliki empat sahabat terdekat yang juga sama-sama merupakan prajurit,” ujar Suparno, 66, Warga setempat, Kamis (26/4).
Meninggal di Bumi Majapahit, Syekh Muniron dimakamkan di sisi barat kompleks pemakaman Islam Troloyo.

UNIK: Pengunjung mengamati nisan Makam Syekh Muniron yang berada di Kompleks Pemakaman Troloyo tepatnya, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Ft Laila Ramadani)
UNIK: Pengunjung mengamati nisan Makam Syekh Muniron yang berada di Kompleks Pemakaman Troloyo tepatnya, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Ft Laila Ramadani)


Untuk menuju makamnya, kita bisa jalan kaki maupun mengendarai motor.
Ada sejumlah penanda makam Syekh Muniron. Utamanya, bangunan cungkup dipinggir sawah setelah Kuburan Telu.


Saat memasuki area makam, di sisi kiri terdapat sebuah pendapa kecil tempat peristirahatan para peziarah.


Di sisi kanan terdapat pohon beringin besar yang menaungi bagian makam.
Ada batu bata kuno di sekitar pohon beringin yang menandakan makam Syekh Muniron dibangun sejak era Kerajaan Majapahit.


Uniknya, ukuran kepala batu nisan makam Syekh Muniron relatif besar sekitar 160 cm menjulang tinggi ke atas.


Yang jadi pembeda dengan makam lain, batu nisan ini ditutupi kain mori berwarna putih.
”Di dalam batu nisannya ada pahatan bunga yang sedang mekar. Dan ditengahnya ada tulisan arab (lafadz) Allah,” pungkasnya. (Laila Ramadani)

Editor : Imron Arlado
#makam keramat #kerajaan majapahit