Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Saudagar Kaya Ini Tak Banyak Dikenal. Tapi Sangat Dikeramatkan Warga

Imron Arlado • Jumat, 26 April 2024 | 01:36 WIB
MENGAMATI: Peziarah sedang membersihkan area makam Makam Mbah Buyut Binorong. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
MENGAMATI: Peziarah sedang membersihkan area makam Makam Mbah Buyut Binorong. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

RADAR MAJAPAHIT – Makam sesepuh ini jarang diketahui masyarakat luas. Makam tersebut sangat dikeramatkan warga setempat karena dikenal sebagai makam Mbah Buyut Binorong. Makam seorang saudagar kaya.

Widi Hariyono, 51, juru pelihara makam Mbah Buyut Binorong di Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan jika Mbah Buyut Binorong merupakan saudagar kaya dari Jepara yang sedang melakukan perdagangan melalui Sungai Brantas.  

Kemudian, berlabuh di Gedeg, karena disaat perjalanannya ia dikejar oleh perompak hingga sampai di Desa Terusan untuk bersembunyi dari para perompak. Saat itu, Mbah Buyut Binorong tidak sendirian melainkan bersama suaminya tetapi terpisah.

BERDOA: Peziarah sedang melakukan ritual keagamaan di Makam Buyut Binorong Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
BERDOA: Peziarah sedang melakukan ritual keagamaan di Makam Buyut Binorong Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

”Menurut cerita, dahulu Mbah Buyut Binorong mempunyai kesaktian untuk mukso atau menyembunyikan diri agar tidak terlihat dari para perompak,” imbuhnya, Senin (22/4).

Mbah Buyut Binorong selain seorang pedagang yang kaya raya, ia juga merupakan sesepuh yang mbabah alas Desa Terusan.

Makam Mbah Buyut Binorong ditemukan oleh warga setempat sekitar tahun 1980 an, dan pada saat itu makam tersebut hanya diberikan nisan seperti batu bata kuno sebagai penanda bahwa beliau pernah ada di tempat tersebut.

Warga setempat kerap kali melakukan rutinan pengajian setiap tiga bulan sekali di area makam Mbah Buyut Binorong pada malam Jumat Legi. Selain pengajian rutin, warga setempat juga mempercayai jika melaksanakan hajatan atau pindah rumah di daerah tersebut harus berziarah ke makam Mbah Buyut Binorong terlebih dahulu.

”Hal ini merupakan tradisi yang dipertahankan oleh warga setempat yang bertujuan untuk meminta izin kepada para sesepuh. Meskipun warga setempat melakukan ritual keagamaan tersebut tetapi tetap doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Di Makam Mbah Buyut Binorong ini, peziarah tidak boleh membicarakan hal yang tidak sopan di area kompleks pemakaman Mbah Buyut Binorong. Hal ini karena, warga setempat percaya jika hal tersebut dilanggar maka akan terjadi petaka pada orang tersebut seperti ular masuk dalam rumah. Meskipun begitu, peziarah yang datang ke Makam Mbah Buyut Binorong untuk melakukan ritual keagamaan berasal dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Krian, Surabaya, hingga Jakarta. (zukria amelia)




Editor : Imron Arlado
#makam keramat #makam kerajaan #makam orang kaya #kerajaan majapahit