Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Tidak Surut Pengunjung, Begini Suasana Makam Putra Raja Brawijaya V

Imron Arlado • Jumat, 26 April 2024 | 01:00 WIB
SAKRAL: Kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya. Yakni makam Syekh Imammuhdi, Raden Imam Sudjono, dan Mbah Remyong Aji Rekso Dalem.
SAKRAL: Kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya. Yakni makam Syekh Imammuhdi, Raden Imam Sudjono, dan Mbah Remyong Aji Rekso Dalem.

RADAR MAJAPAHIT – Tidak ada habisnya jika kita mengusut tentang masa kejayaan Majapahit. Di Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo merupakan desa yang masih memiliki sangkut pautnya dengan silsilah kerajaan yang pernah menguasai Nusantara ini. 

Hal ini dibuktikan dengan adanya makam kuno yang diyakini sebagai sesepuh desa dan merupakan putra dari Raja Brawijaya V dengan Putri Campa yang menyebarkan agama Islam. Makam tersebut dikenal warga setempat dengan makam Mbah Proyopati atau Pakde Wali.

SAKRAL: Kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya. Yakni makam Syekh Imammuhdi, Raden Imam Sudjono, dan Mbah Remyong Aji Rekso Dalem. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
SAKRAL: Kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya. Yakni makam Syekh Imammuhdi, Raden Imam Sudjono, dan Mbah Remyong Aji Rekso Dalem. (Foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

Sunoto, 68, tokoh masyarakat Dusun Songgat menceritakan jika makam Mbah Proyopati tidak pernah surut oleh peziarah dari berbagai daerah. Di makam Mbah Proyopati setiap tahunnya diadakan haul untuk menghormati dan mendoakan leluhur yang telah menyebarkan agama di desa tersebut dan dihadiri ulama sepuh hingga warga setempat.

”Haul ini dilakukan mulai tahun 2000 saat awal pembangunan makam,” ungkapnya, Kamis (25/4)

Makam Mbah Proyopati terletak di antara pemakaman umum Dusun Songgot dan lahan pertanian warga setempat. Selain itu, makam tersebut juga dikelilingi oleh beberapa pohon beringin yang rindang sehingga menciptakan kesan yang sejuk di area makam.

Peziarah yang datang untuk melakukan ritual keagamaan di kompleks makam lebih banyak pada malam hari, namun tidak jarang pula peziarah yang datang pada siang hari.

”Kesan pertama saat memasuki makam Mbah Proyopati, nyaman dan sejuk, serta terdapat fasilitas toilet dan musala untuk peziarah melakukan salat,” papar Bryan, 23, peziarah asal Mojokerto.

Di area kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya. Seperti makam Raden Imam Sudjono yang berasal dari Gunung Kawi, Mbah Remyong Aji Rekso Dalem, dan Syekh Imammuhdi yang masih ada kaitannya dengan Mbah Bolong. Makam tersebut diberi nisan yang cukup besar dan berbeda dengan nisan pada umumnya, hal tersebut dilakukan sebagai simbol pembeda. (Zukria Amelia)

Editor : Imron Arlado
#kerajaan brawijaya #makam keramat #kerajaan majapahit