RADAR MAJAPAHIT - Makam Mbah Serut di Dusun Kedung Klinter, Desa Kedung Bocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo ini diyakini warga setempat sebagai makam sesepuh desa yang mbabat alas.
Makam Mbah Serut dipercaya warga jika makam tersebut masih ada kaitannya dengan Alas Tarik yang merupakan situs cikal bakal terbentuknya Kerajaan Majapahit.
Makam Mbah Serut terletak di tengah persawahan tebu milik seorang warga. Saat itu makam tersebut hanya berupa gundukan tanah yang ditutupi batu bata dengan corak khas era Majapahit serta terdapat batu nisan yang juga memiliki ciri khas Majapahitan.
"Batu tersebut kini ditancapkan di depan nisan yang dibungkus dengan kain putih," tutur Buadi, juru pelihara makam Mbah Serut, Sabtu (20/4).
Pria 59 tahun ini juga menceritakan, makam Mbah Serut sudah ada sejak zaman dahulu, namun kondisi makam tersebut tidak diperhatikan oleh warga setempat. Pada 2019, dengan toleransi yang tinggi kepada para leluhur, Buadi memutuskan untuk membangun makam Mbah Serut seorang diri menggunakan uang pribadinya.
Selama tiga bulan renovasi Buadi mengerjakannya sendirian. Kemudian pada 2022 makam Mbah Serut didatangi oleh komunitas pecinta sejarah datang ke makam tersebut untuk observasi sekaligus berziarah.
Tidak lama setelah observasi dilakukan, pecinta sejarah kembali ke makam Mbah Serut dengan membawa lambang Surya Majapahit yang diletakkan pada tembok depan makam.
”Meskipun telah dilakukan ekskavasi, namun dana dari desa tidak turun untuk membantu pembangunan makam,” imbuhnya.
Cungkup pada makam Mbah Serut memiliki luas 5x7 centimeter (cm), selain makam Mbah Serut terdapat dua makam lainnya yakni makam Dyah Patmi Gayatri dan seorang resi yang belum diketahui identitasnya hingga saat ini.
Editor : Imron Arlado