Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Putra Raja Brawijaya V Ini Ramai Dikunjungi. Mereka yang Ziarah dari Kota-Kota Ini

Imron Arlado • Kamis, 25 April 2024 | 00:26 WIB
KONDISI: Suasana makam Mbah Proyopati yang sejuk dengan dikelilingi pohon beringin yang rindang serta berada ditengah area persawahan.
KONDISI: Suasana makam Mbah Proyopati yang sejuk dengan dikelilingi pohon beringin yang rindang serta berada ditengah area persawahan.

RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit merupakan kerjaan terbesar di Nusantara. Sehinggga, tidak heran jika jejak peninggalannya tersebar di berbagai daerah. Baik dari makam hingga sisa bangunan kerajaan.

Seperti di Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah makam sesepuh yang dihormati warga setempat. Makam tersebut merupakan makam Mbah Proyopati atau yang dikenal sebagai Pakde wali.

Sunoto, 68, tokoh masyarakat Dusun Songgat menjelaskan, Mbah Proyopati merupakan putra dari Raja Brawijaya V dengan Putri Campa, yang merupakan saudara dari Raden Patah.

BERDOA: Peziarah sedang melakukan ritual keagamaan di Makam Mbah Proyopati atau pakde wali di Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Mojokerto.
BERDOA: Peziarah sedang melakukan ritual keagamaan di Makam Mbah Proyopati atau pakde wali di Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Mojokerto.

 

Kedua anak dari Raja Brawijaya V tersebut masing-masing diutus ke daerah berbeda-beda. Masing-masing, Raden Patah dikirim ke daerah Demak sedangkan Mbah Proyopati dikirim ke Dusun Songgat, Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik.

Dulunya, desa ini merupakan Desa Modopuro yang berada di Hutan Trik. ”Mbah Proyopati diutus ayahnya ke Dusun Songgat untuk menyebarkan agama Islam,” imbuhnya, Rabu (24/4).

Awal ditemukannya makam tersebut hanya berupa gundukan tanah biasa dengan ditutupi bebatuan kuno di pemakaman umum Dusun Songgat.

Pria 68 tahun ini juga menambahkan, jika awal penemuan makam tersebut melalui salat Istikarah setelah ia mendapatkan petunjuk saat berziarah ke makam Raja Brawijaya V yang berada di Trowulan.

”Kompleks pemakaman ini dibangun pada tahun 2000 oleh warga setempat, renovasi makam berlangsung selama satu tahun,” tuturnya.

Di area kompleks pemakaman Mbah Proyopati terdapat tiga makam lainnya yakni makam Syekh Imammuhdi, Raden Imam Sudjono, dan Mbah Remyong Aji Rekso Dalem.

Tidak hanya itu, di depan area kompleks pemakaman Mbah Proyopati juga terdapat pendapa yang biasa digunakan peziarah untuk melakukan ritual keagamaan.

Makam tersebut juga ramai dikunjungi peziarah pada malam Jumat legi. Peziarah yang datang berziarah berasal dari berbagai daerah mulai dari Mojokerto, Ponorogo, hingga Jawa Barat.

Selain itu, Makam Mbah Proyopati ini berada ditengah area pesawahan, dengan dikelilingi pohon beringin yang rindang di sekelilingnya. Serta, terdapat pula musala dan toilet dekat area kompleks pemakaman untuk para peziarah agar nyaman saat melakukan ziarah diarea kompleks pemakaman. (Zukria Amelia)

Editor : Imron Arlado
#kerajaan brawijaya #cerita kerajaan #kerajaan majapahit