RADARMAJAPAHIT - Gua Gembyang di Dusun Gembyang, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menjadi saksi peradapan kuno.
Pasalnya, gua ini dibangun sebagai rumah atau tempat berlindung orang-orang terdahulu. Lokasinya berada di lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.
Akses awal memasuki Gua Gembyang terbilang cukup sulit. Jalan bebatuan dan licin menjadi kendala saat memasuki jalan menuju gua.
Sabar Supardi, penjaga Gua Gembyang mengungkapkan, gua tersebut dibangun oleh Mbah Suro. Sedangkan Sabar sendiri merupakan generasi ke-12 dari Mbah Suro.
Pria 78 tahun itu kini diamanahkan untuk menjaga dan melestarikan gua. ”Saat itu orang dulu belum mengenal konstruksi bangunan rumah. Jadi untuk berlindung para leluhur membuat gua,” ujarnya Jumat (26/1).
Sebelum memasuki area gua, pengunjung disambut dengan gapura pintu masuk dan musala. Untuk menuju ke area Gua Gembyang pengunjung harus menaiki sejumlah anak tangga.
Setelah menaiki tangga, pengunjung langsung disambut Gua Mbale. Suasana gelap dan dingin sangat terasa saat mulai menjelajahi gua.
Di dalam Gua Mbale terdapat tempat khusus yang ditutupi tirai berwarna putih. Tempat tersebut diyakini sebagian tamu untuk berdoa atau melakukan ritual tertentu.
Di area Gua Gembyang terdapat empat gua. Mulai dari Gua Mbale berada di tengah, Gua Putri berada di sisi utara, Gua Dapur berada di sisi selatan, dan Gua Drajat berada di atas.
”Nama Gua Gembyang diambil berdasarkan cerita leluhur dulu. Tempat ini mulanya dihuni oleh sedikit orang. Tapi, lama kelamaan menjadi banyak. Jadi, dinamakan sama seperti nama dusun sini,” terangnya.
Nama dari masing-msing gua diambil berdasarkan fungsi dari gua. Gua Mbale, diyakini sebagai tempat pertemuan. Gua Dapur difungsikan sebagai tempat memasak.
Gua Putri difungsikan sebagai tempat istirahat. Sedangkan Gua Drajat difungsikan sebagai tempat memantau jika terjadi ancaman.”Untuk nama dari masing-masing gua diambil berdasarkan fungsi gua dulunya,” imbuhnya.
Untuk menuju gua lainnya di sekitar Gua Gembyang, pengunjung harus melewati bebatuan besar di sekitar area gua. Pengunjung diharapkan berhati-hati saat berpijak agar tidak terpeleset.
Sebagian gua juga memiliki pintu masuk yang cukup sempit. Sehingga mengharuskan pengunjung untuk menunduk saat memasuki gua. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris