Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Watu Lumpang, Relief, hingga Lingga Yoni Situs Alas Trik Peninggalan Raden Wijaya

Moch. Chariris • Sabtu, 27 Januari 2024 | 01:24 WIB
DILESTARIKAN: Temuan watu lumpang yang dijaga di Museum Alas Trik, di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
DILESTARIKAN: Temuan watu lumpang yang dijaga di Museum Alas Trik, di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Museum menjadi salah satu wisata edukatif untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah. Salah satunya adalah museum Alas Trik di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Museum yang letaknya tak jauh dari Situs Alas Trik ini, menyimpan barang temuan dari situs dan area persawahan sekitar. Museum ini dibangun dengan sederhana.

PENEMUAN: Salah satu temuan yang disimpan di Museum Alas Trik, di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
PENEMUAN: Salah satu temuan yang disimpan di Museum Alas Trik, di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

Hanya ruangan persegi yang di dalamnya terdapat berbagai macam peninggalan Situs Alas Trik. Diyakini masyarakat setempat, Situs Alas Trik merupakan tempat Raden Wijaya menggagas trik atau strategi sebelum mendirikan Kerajaan Majapahit.

Temuan fisik yang ditemukan dalam Situs Alas Trik berupa tumpukan batu bata merah yang dipercaya menjadi tempat cikal bakal Kerajaan Majapahit.

”Bangunan Museum Alas Trik mulai dibangun sekitar tahun 2018, temuan yang tersebar mulai dikumpulkan menjadi satu di tempat ini,” kata Gusyat, penanggung jawab museum Alas Trik, Kamis (25/1).

Di dalam area museum Alas Trik, terdapat beragam temuan. Mulai dari arca, pecahan keramik dan ornamen bangunan khas Majapahitan hingga uang gobog. Barang-barang temuan tersusun di atas meja dan di dalam almari.

”Rata-rata temuan dari area sini, tapi kalau ada temuan dari daerah lain bisa disimpan di museum ini,” ungkapnya. Arca yang ditemukan, seperti arca lingga yoni, batu pancuran, watu umpak dan berbagai ukuran lumpang.

Temuan yang tersimpan di museum Alas Trik, memiliki fungsi masing-masing dan menandakan dulunya ada kegiatan di area tersebut. ”Temuan batu pancuran menandakan adanya kegiatan pemandian,” tambahnya.

Wisata edukatif Museum Alas Trik terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Ia menambahkan, museum ini dibangun dengan tujuan melestarikan, serta melindungi penemuan dari Situs Alas Trik.

Pengunjung yang datang di museum ini dari berbagai daerah. Seperti, Mojokerto, Malang, Bojonegoro hingga Jakarta. Aktivitas yang dilakukan pengunjung mulai dari napak tilas sejarah Majapahit, hingga observasi temuan.

”Banyak anak sekolah yang datang untuk melihat temuan sejarah di dalam Museum Alas Trik,” pungkasnya. (nadya azzahra)

Editor : Moch. Chariris
#Watu Lumpang #Raden Wijaya #Lingga Yoni