Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Struktur Candi Berbentuk Huruf T, Diperkirakan Era Kerajaan Medang di Situs Blawu

Moch. Chariris • Minggu, 21 Januari 2024 | 05:05 WIB
UNIK: Penemuan struktur candi berbentuk hurut T di Situs Blawu, Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
UNIK: Penemuan struktur candi berbentuk hurut T di Situs Blawu, Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Banyak peninggalan bersejarah era Empu Sindok tersebar di Jawa Timur. Akhir-akhir ini, banyak ditemukan situs bersejarah yang diyakini sebagai peninggalan purbakala.

Salah satunya ditemukan struktur kaki candi, di Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Struktur ini ditemukan di areal makam Mbah Blawu, di sekitar persawahan desa setempat.      

PERLU DIPERBAIKI: Sejumlah struktur candi tampak rapuh hingga rusak akibat vandalisme di masa lampau. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
PERLU DIPERBAIKI: Sejumlah struktur candi tampak rapuh hingga rusak akibat vandalisme di masa lampau. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

Juru kebersihan Situs Blawu, Jayadi, mengungkapkan, temuan struktur tersebut berawal dari penyerahan temuan arca di Candi Pandegong kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

 Tamil, seorang tokoh spiritual, mengajak pihak Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim berkunjung ke Makam Mbah Blawu untuk melihat sejumlah temuan batu bata merah kuno peninggalan purbakala.

”Saat itu, pihak BPCB diajak berkunjung ke Makam Mbah Blawu oleh ahli spiritual untuk melihat sejumlah temuan batu bata kuno, ketika pengkajian Candi Pandengong pada tahun 2017 silam,” ujar pria 44 tahun ini, Sabtu (20/1).

Di samping itu, Jayadi ditunjuk sebagai juru kebersihan di Situs Blawu semenjak ditemukan sejumlah batu bata kuno di areal makam tersebut.

Kemudian, BPK mengkaji terkait penemuan sejumlah batu bata merah kuno. Tak hanya itu, pada saat membersihkan areal makam, dia menggali sejumlah titik areal makam yang diyakini terdapat struktur bata kuno.

”Saya sedikit menggali tanah di sejumlah titik yang diperkirakan ada struktur candi. Kemudian, menemukan struktur bata dan melaporkan temuan tersebut ke pihak terkait,” tuturnya.

Dia menceritakan, sejumlah temuan struktur yang diduga candi ini mendapatkan penanganan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, untuk dilakukan ekskavasi, di areal Makam Mbah Blawu pada tahun 2019 silam.

BPK Wilayah XI Jawa Timur telah melakukan tiga tahap ekskavasi. Dari situ ditemukan  sejumlah peninggalan. Seperti koin kuno, struktur kaki candi, struktur bangunan berbentuk huruf T di setiap candi.

Di samping itu, terdapat batu umpak andesit berukuran besar dan sebuah arca yang hanya menyisakan bagian dada, lengan hingga perut.

”Terdapat sebuah sumuran di tengah struktur candi, diperkirakan tempat menyimpan peripih,” ungkapnya.

Arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur, Pahadi menjelaskan, struktur kaki candi ditemukan di Situs Blawu berukuran sekitar 9 x 9 meter.

Bangunan kaki candi tersusun dari bata merah kuno dengan ketebalan 11 cm. Terdapat perbedaan pada ukuran batu bata dengan sejumlah situs peninggalan Majapahit.

Batu bata tersebut lebih besar dari pada batu bata bangunan peninggalan Majapahit di Mojokerto. Tahun pembangunan struktur candi di Situs Blawu belum dapat dipastikan.

Jayadi memperkirakan bahwa struktur candi tersebut pada masa Kerajaan Medang Kahuripan, Empu Sindok. Hal tersebut berdasarkan temuan batu bata berukuran besar yang mirip dengan Candi Pandegong.

”Berdasarkan sejumlah temuan batu bata kuno berukuran besar dan penyusunanya mirip dengan Candi Pandegong, diperkirakan era Empu Sindok,” tandasnya. (moch. khasib)

 

Editor : Moch. Chariris
#jombang #candi #situs