Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Tiga Struktur Perwara Difungsikan sebagai Tempat Arca Tunggangan Trimurti

Moch. Chariris • Rabu, 10 Januari 2024 | 04:40 WIB
DISAKRALKAN:  Candi Pandengong di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang dinilai sakral oleh sejumlah wisatawan dan warga umum. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
DISAKRALKAN: Candi Pandengong di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang dinilai sakral oleh sejumlah wisatawan dan warga umum. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPHIT.JAWAPOS.COM - Situs Pandegong di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, merupakan sebuah bangunan suci Hindu-Buddha era Empu Sindok.

”Tiga struktur perwara itu difungsikan sebagai tempat arca tunggangan Trimurti. Seperti, Angsa tunggangan Dewa Brahma, Garuda Ayudhiyah tunggangan Dewa Wishnu dan Sapi Nandhini tunggangan Dewa Shiwa,” tambah Jayadi, Selasa (9/1). Sejumlah hasil temuan arca tersebut telah tersimpan di mini koleksi peninggalan Empu Sindok di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

TERPELIHARA: Pengunjung mengamati struktur Candi Pandengong, di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
TERPELIHARA: Pengunjung mengamati struktur Candi Pandengong, di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

Di antaranya, tiga struktur Candi Perwara, arca Nandiswara, arca Mahakala, batu yoni, fragmen arca, gerabah, keramik, hingga tangan arca diyakini tangan dari arca Agastya. Serta fragmen bata yang diyakini bagian struktur Candi Perwara berada di sisi barat Situs Pandegong.

Belakangan, areal Candi Pandegong ini disulap Jayadi layaknya taman yang indah dan nyaman.  Sehingga, tempat ini terlihat tidak menakutkan dari pada sebelumnya. ”Tempat areal candi ini, saya tata dengan konsep sebuah taman yang nyaman supaya menghilangkan sugesti menakutkan. Sehingga, wisatawan dan warga umum dapat mengunjungi wisata ini,” ujarnya.

Meski demikian, tempat sejarah peninggalan era Kerajaan Medang ini masih diyakini sakral hingga menyimpan nilai mistis oleh sejumlah warga umum. Tak jarang, candi ini dikunjungi pelajar hingga wisatawan beragam daerah. Seperti, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Jakarta, Kalimantan, Bali dan Batam.

”Kunjungan tempat ini tidak dipungut biaya sepeser pun. wisatawan yang mengunjungi sekadar berfoto, mencari informasi sejarah hingga melakukan ritual,” tandas Jayadi. (moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #pandegong #candi #empu sindok