Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Berikut Deretan Raja-Raja Majapahit, Dari Raden Wijaya hingga Runtuhnya Kejayaan Nusantara

Imron Arlado • Kamis, 11 September 2025 | 00:42 WIB
Mengenal Raja-Raja Majapahit: Dari Raden Wijaya hingga Masa Runtuhnya Kejayaan Nusantara
Mengenal Raja-Raja Majapahit: Dari Raden Wijaya hingga Masa Runtuhnya Kejayaan Nusantara

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Majapahit merupakan salah satu Kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara yang berdiri pada akhir abad ke-13.

Kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini dikenal luas karena pengaruhnya yang begitu besar, baik dari segi politik, budaya, maupun ekonomi.

Di bawah kepemimpinan para rajanya, Majapahit berhasil mencapai masa keemasan dan bahkan menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan besar di Asia Tenggara.

Kerajaan Majapahit pertama kali dipimpin oleh Raden Wijaya yang naik tahta pada tahun 1293 dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Ia mendirikan Majapahit setelah berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang sebelumnya datang ke Jawa.

Raden Wijaya dikenal sebagai sosok cerdas dan strategis, karena mampu memanfaatkan situasi untuk membangun fondasi kerajaan yang kuat.

Pemerintahannya menjadi titik awal kejayaan Majapahit yang kelak berkembang pesat.

 

Baca Juga: Onde-Onde, Manisnya Warisan Kuliner Majapahit

 

Sepeninggal Raden Wijaya, tahta beralih kepada putranya, Jayanegara. Namun, masa pemerintahannya tidak semulus pendahulunya.

Jayanegara menghadapi berbagai pemberontakan dari dalam negeri, salah satunya pemberontakan Ra Kuti.

Meski begitu, ia berhasil mempertahankan Majapahit hingga akhir hayatnya. Banyak catatan yang menggambarkan Jayanegara sebagai raja yang penuh tantangan, tetapi tetap mampu menjaga eksistensi kerajaan.

Setelah Jayanegara, kepemimpinan Majapahit dilanjutkan oleh Tribhuwana Wijayatunggadewi, putri Raden Wijaya.

Di bawah pemerintahannya, Majapahit mulai menunjukkan perkembangan pesat, terutama karena peran Mahapatih Gajah Mada.

Pada masa inilah Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, sebuah ikrar yang menegaskan ambisinya untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

 

Baca Juga: Siasat dan Taktik Cerdas Raden Wijaya dalam Mengalahkan Pasukan Mongol

Sumpah Palapa menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Ikrar tersebut bukan sekadar simbol, tetapi juga diwujudkan sebagai ekspedisi militer dan diplomasi yang membuat Majapahit semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Masa kepemimpinan Tribhuwana bersama Gajah Mada inilah yang kemudian membuka jalan bagi kejayaan Majapahit pada era berikutnya, terutama saat Hayam Wuruk berkuasa.

Keemasan Majapahit benar-benar tercapai pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389).

Dengan dukungan Gajah Mada, Majapahit berhasil memperluas kekuasaan hingga hampir seluruh kepulauan Nusantara masuk dalam wilayahnya.

Hubungan diplomatik juga terjalin dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara, Tiongkok, hingga India.

Era ini dianggap sebagai puncak kejayaan Majapahit, ketika kekuatan politik, perdagangan, dan budaya berkembang pesat.

 

Baca Juga: Ini Deretan 5 Destinasi Wisata Sejarah di Mojokerto yang Menyimpan Rahasia Kejayaan Majapahit

 

Namun, setelah wafatnya Hayam Wuruk, Majapahit mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran.

Kepemimpinan berikutnya dipegang oleh Wikramawardhana, kemudian Suhita, dan beberapa raja lain.

Konflik internal, perebutan kekuasaan, serta melemahnya pengaruh politik membuat Majapahit perlahan kehilangan wibawanya.

Hingga akhirnya pada akhir abad ke-15, kerajaan besar ini runtuh dan meninggalkan warisan sejarah yang begitu berarti bagi bangsa Indonesia.

Warisan dari raja-raja Majapahit tidak hanya berupa peninggalan arkeologis seperti candi dan prasasti, tetapi juga nilai persatuan yang tertanam dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang kemudian diadopsi sebagai semboyan nasional Indonesia.

Majapahit tetap dikenang sebagai simbol kejayaan dan bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat kekuatan besar di Asia Tenggara. (FADYA/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#Tribhuwana Wijayatunggadewi #Raden Wijaya #hayam wuruk #raja majapahit #SUHITA #Wikramawardhana #Kertarajasa Jayawardhana