Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Riwayat Kerajaan Majapahit, Dari Sumpah Gajah Mada hingga Keruntuhan yang Tragis

Imron Arlado • Selasa, 9 September 2025 | 03:00 WIB
Kerajaan Majapahit, Dari Sumpah Gajah Mada hingga Keruntuhan yang Tragis
Kerajaan Majapahit, Dari Sumpah Gajah Mada hingga Keruntuhan yang Tragis

Jawa Pos Radar Majapahit - Kejayaan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Patih Gajah Mada.

Sejak masa pemerintah Tribhuwana Tunggadewi, ia mengikrarkan Sumpah Palapa, dengan sebuah komitmen untuk tidak merasakan kesenangan duniawi sebelum berhasil menaklukkan seluruh wilayah Nusantara.

Komitmen inilah yang menjadi pendorong ekspansi (perluasan wilayah) Majapahit hingga memperoleh puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Namun, masa kejayaan tersebut secara perlahan mulai memudar. Setelah kematian Gajah Mada, diikuti dengan hilangnya Hayam Wuruk, Majapahit memasuki periode yang lemah.

Perselisihan pewarisan takhta di antara anggota keluarga kerajaan menjadi penyebab utama kemunduran. 

Konflik pertama muncul antara Wikramawarddhana dan Bhre Wirabhumi, yang dalam teks Pararaton disebut sebagai ''Perang Paregreg''.

Perseteruan antara Kedaton Kulon dan Kedaton Wetan ini memperlemah inti kekuasaan serta memperbesar jurang perpecahan di dalam kerajaan.

Catatan Dinasti Ming juga menguatkan kenyataan bahwa pada awal abad ke-15, Jawa mengalami perpecahan.

Kaisar Ching-tsu mengutus perwakilan untuk dua penguasa: Satu di bagian barat dan satu di bagian timur. 

Perpecahan ini semakin mencolok ketika armada Cheng Ho tiba di Jawa pada tahun 1405. Konflik antara dua kekuatan besar di dalam Majapahit akhirnya berujung pada kekalahan raja di timur.

Walaupun terdapat tradisi yang menyatakan Majapahit jatuh pada tahun Saka 1400 (1478 M) akibat serangan Demak, bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa Majapahit masih eksis.

Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya bahkan masih memakai gelar Sri Maharajasri Wilwatikta dalam prasasti tahun Saka 1408 (1486 M). 

Baca Juga: Seni dan Budaya Majapahit, Warisan yang Menginspirasi Indonesia Modern

Ini menunjukkan bahwa kerajaan tersebut tetap bertahan meski dalam keadaan melemah.

Kejatuhan yang definitif baru terjadi sekitar tahun 1519 M, saat Demak yang dipimpin oleh Pati Unus berhasil menaklukkan Majapahit.

Faktor yang menyebabkan runtuhnya Majapahit tidak hanya disebabkan oleh tekanan dari luar, tetapi juga oleh lemahnya struktur internal. Persaingan antara anggota keluarga kerajaan mengurangi rasa kesatuan. 

Majapahit yang sebelumnya kokoh berkat sinergi antara pusat dan daerah, penguasa dan rakyat, serta harmoni antar golongan, kini berubah menjadi kerajaan yang terfragmentasi.

Di sisi lain, perubahan di bidang politik dan ekonomi di Asia Tenggara pada abad ke-16, serta penyebaran Islam di pesisir Jawa, juga mempercepat runtuhnya Majapahit.

Hikmah dari Sejarah

Dari keberhasilan Majapahit, kita memahami bahwa persatuan dan solidaritas merupakan kunci utama kekuatan suatu negara.

Sebagai kerajaan yang memiliki basis agraris dan maritim, Majapahit mencapai kejayaannya karena semua komponen masyarakat bekerja sama.

Struktur pemerintahan yang sistematis, birokrasi yang berdasarkan musyawarah, serta keseimbangan dalam beragama menjadi dasar yang kuat untuk mencapai puncak kejayaan tersebut.

Sebaliknya, runtuhnya Majapahit memberikan pelajaran yang sulit: Disintegrasi merupakan jalan menuju kehancuran.

Konflik untuk meraih kekuasaan demi kepentingan pribadi melemahkan fondasi kerajaan. 

Hilangnya rasa persatuan dan kebersamaan di kalangan para elit menyebabkan keruntuhan kerajaan besar ini, meskipun memiliki beragam sumber daya yang melimpah.

Untuk Indonesia di masa kini, sejarah Majapahit bukan hanya sekedar arsip masa lalu, tetapi juga sebuah pengingat. 

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Kerajaan Majapahit jadi Negara Maritim Terkuat di Dunia?

Tanpa adanya persatuan, seberapa besar potensi bangsa, akan dengan mudah menjadi lemah menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar.

Dengan mengambil pelajaran dari Majapahit, kita mampu memperkuat komitmen untuk menjaga kesatuan bangsa, agar tidak terulang kisah kelam perpecahan yang pernah melanda kerajaan terbesar di Nusantara tersebut. (Leny Ramandhan Oktaviany/FADYA)

 

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #perang paregreg #Sumpah Palapa #patih gajah mada #raja hayam wuruk