Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bukan Sekadar Busana, Ini Makna Simbolik di Balik Busana dan Aksesoris Bangsawan Majapahit

Imron Arlado • Senin, 21 Juli 2025 | 23:11 WIB
Seperti yang sudah diketahui, kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar di Nusantara yang didirikan oleh Raden Wijaya. Sumber foto: Google
Seperti yang sudah diketahui, kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar di Nusantara yang didirikan oleh Raden Wijaya. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seperti yang sudah diketahui, kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar di Nusantara yang didirikan oleh Raden Wijaya. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke 14 di bawah pimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Banyak faktor yang membuat kerajaan ini dikenali banyak orang di masa kini maupun di masa lalu. Beberapa di antaranya adalah sistem pemerintahan atau diplomasinya yang cerdik, kekuatan militer, dan arsitektur bangunannya yang khas.

Namun, selain ketiga faktor tersebut, masih ada faktor lainnya seperti busana bangsawan Majapahit yang memiliki keunikan dan sangat khas. Selain itu, dibalik keunikan dan khasnya busana bangsawan Majapahit terdapat makna simbolis dan filosofis.

Busana yang dipakai oleh bangsawan Majapahit juga berbeda dengan busana bangsawan barat yang lebih tertutup. Busana khas Majapahit cenderung lebih menonjolkan siluet tubuh namun tetap sarat akan makna simbolik.

Ciri-ciri umum busana bangsawan Majapahit dapat diketahui melalui bentuk busana, bahan, teknik pembuatan, warna, dan motifnya,

  1.       Bentuk Busana

Bentuk busana antara perempuan dan laki-laki bangsawan kerajaan Majapahit juga memiliki perbedaan yang cukup besar.

Laki-laki bangsawan Majapahit biasanya menggunakan pakaian adat kerajaan atau busana kebesaran yang disebut sebagai Mahabhusana Rajakaputran Wilwatiktapura.

Busana kebesaran laki-laki bangsawan Majapahit biasanya berupa kain panjang atau sinjang yang dililitkan dari pinggang hingga mata kaki sebagai bawahan.

Bagian atas tubuh laki-laki bangsawan umumnya terbuka kecuali saat mendatangi acara keagamaan.

Untuk busana kebesaran perempuan bangsawan Majapahit biasanya disebut dengan Mahabhusana Rajakaputrian Wilwatiktapura. Umumnya busana kebesaran milik perempuan berupa kemben dan selendang besar.

 

Baca Juga: Gaya Hidup Bangsawan dan Rakyat di Era Majapahit, Inilah Fashion, Perhiasan dan Kosmetik Kala Itu

 

Perempuan bangsawan biasanya menggunakan kemben untuk menutupi dada hingga mata kaki. Sementara selendang biasanya digunakan dengan pola menyilang di tubuh atau bahu.

  1.       Bahan dan Teknik

Bahan yang digunakan pada busana bangsawan Majapahit tentu memiliki kualitas yang tinggi. Setiap helai kainnya terbuat dari benang kapas lokal yang ditenun hingga menghasilkan hasil kain yang halus, ringan, dan mengikuti bentuk tubuh.

Selain terbuat dari benang kapas, busana bangsawan juga terbuat dari sutra lokal dan sutra impor. Busana berbahan sutra biasanya dipakai oleh bangawan kelas atas karena termasuk bahan mewah yang diimpor dari Tiongkok, Champa, dan India.

Fakta uniknya, pembuatan busana bangsawan tidak menggunakan teknik jahit permanen seperti baju masakini.

Para bangsawan biasanya mengenakan kain busananya hanya dengan dililit dan disusun sesuai bentuk tubuh seperti kemben, sinjang, dan selendang.

Hal ini memungkinkan satu lembar kain memiliki berbagai fungsi.

Pola penataan kainnya pun memiliki makna simbolik.

Selain busana, para bangsawan kerajaan juga biasanya menggunakan aksesoris seperti perhiasan, mahkota, dan alas kaki.

Aksesoris mahkota biasanya digunakan oleh raja dan permaisuri saat mendatangi acara resmi. Ukurannya kecil dan umumnya berbentuk api menyala, teratai, dan naga dengan bahan dasar emas murni dihiasi batu mulia.

Ada juga aksesoris kalung atau liontin yang disebut kalung padaka, bentuknya lebar dan menempel di dada. Kalung pedaka biasanya menunjukkan status sosial yang tinggi. Sementara liontin umumnya berbentuk lingga yoni sebagai simbol maskulin-feminin dalam Hindu.

Alas kaki dengan bahan dasar kulit yang mewah dan memiliki kualitas yang tinggi juga biasanya digunakan oleh para bangsawan pada acara kerajaan.

 

Baca Juga: Makanan Ini yang Dikonsumsi Raja dan Rakyat di Era Majapahit

 

Selain menunjukkan kemewahan, busana dan aksesoris para bangsawan juga menunjukkan simbol status, religius, kekuasaan dan nilai spiritual.

Semakin rumit dan mewah aksesorisnya, maka semakin tinggi juga statusnya. Lalu aksesoris mahkota, padaka, dan motif teratai menunjukkan hubungan dengan dunia ilahi.

Sementara aksesoris dengan motif lingga yoni melambangkan keseimbangan semesta dan teratai sebagai simbol pencerahan.

Itu dia penjelasan mengenai busana bangsawan Kerajaan Majapahit yang memiliki makna simbolik di setiap bentuknya.

Hal ini karena busana bangsawan bukan sekedar hiasan, tapi juga alat komunikasi visual yang menyampaikan pesan tentang perbedaan status, nilai spiritual, dan kekuasaan.

FANEZA

 

Editor : Imron Arlado
#Mahabhusana Rajakaputrian Wilwatiktapura #padaka #bangsawan #busana #Raden Wijaya #hayam wuruk #Simbolik #majapahit #alas kaki #mahkota #Aksesoris #perhiasan #Mahabhusana Rajakaputran Wilwatiktapura #liontin #kalung #gajah mada #makna #kerajaan majapahit #Lingga Yoni