RADAR MAJAPAHIT – Selain orang pribumi, ternyata pada zaman Majapahit terdapat beberapa orang asing dari berbagai daerah yang datang untuk berdagang.
Berdasarkan sumber sejarah tertulis, pengertian orang-orang asing disini memiliki raut wajah yang berbeda dengan wajah-wajah orang Majapahit. Mereka datang ke Majapahit karena terletak di kawasan Asia Tenggara dan memiliki daya tarik tersendiri.
Hadirnya mereka tentu memiliki berbagai macam tujuan, namun sebagian besar mereka datang untuk berdagang.
Apabila dipandang keadaan saat ini, hal ini sangat masuk akal sebab pada beberapa kawasan di Mojokerto banyak dijumpai toko milik orang-orang asing terlebih keturunan Tiongkok yang berprofesi sebagai pedagang.
Baca Juga: Sebarkan Kabar Proklamasi Kemerdekaan RI
Adanya orang non pribumi tidak hanya diamati melalui kondisi sosial kontemporer, tetapi juga dibuktikan adanya data arkeologi melalui prasasti, naskah kuno, arca terakota yang memberikan informasi tentang keberadaan mereka di Majapahit.
Sumber tertulis paling pertama dan tertua yang menyinggung hadirnya orang-orang asing masa Majapahit adalah Prasasti Balawi (1305 M).
Prasasti Balawi ditulis dengan menggunakan aksara dan Jawa Kuna dan saat ini berada di Museum Nasional Jakarta yang berasal dari Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang merupakan pusat pemerintahan Majapahit.
Dalam Prasasti Balawi disebutkan bahwa adanya orang-orang asing, kemudian di Kakawin Negarakertagama (1365 M) mereka datang untuk melakukan transaksi dagang.
Prasasti tersebut menyebutkan Majapahit juga memberi ikatan hubungan persahabatan, mereka datang ke Majapahit dari tempat asalnya melalui kapalnya, bahkan para kaum biksu dan wipra datang untuk berkunjung.
Inilah daftar orang-orang asing di Majapahit yang wajib kalian ketahui.
Orang-Orang Asing Masa Majapahit
Informasi mengenai orang-orang asing pada masa Majapahit dapat dilihat melalui arca batu dan arca terakota yakni sebuah material kuno yang berupa patung atau figur.
Orang-orang asing tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Orang Cina
Orang Cina adalah salah satu orang asing yang berada dalam masa Majapahit, mereka merupakan bagian dari Ras Mongoloid yaitu Sin.
Ciri-ciri fisik Ras Mongoloid memiliki kulit kuning, mata sipit, rambut hitam dan lurus, dagu bulat.
Baca Juga: Ikut Pelatihan Militer, Bergabung Laskar Hizbullah
Keturunan Cina saat ini juga banyak dijumpai di Mojokerto dan mereka sebagian besar memiliki toko untuk berdagang.
Artefak Majapahit yang menunjukkan ciri-ciri fisik orang cina antara lain.
- Arca Laki-Laki Berjubah
Arca laki-laki berjubah ini merupakan salah satu koleksi terakota dari Museum Trowulan Mojokerto dengan nomor inventaris 35/Tr/Kms/24/Bpg.
Arca ini menampilkan sosok pria mengenakan jubah panjang mirip baju kurung berlengan panjang, dengan bagian dada terbuka dan kerah tinggi hingga menyentuh dagu.
Model rambut arca tersebut dipotong sedemikian rupa sehingga dahi terlihat lebar, sementara rambutnya disisir ke belakang dan diikat. Gaya rambut ini umum ditemukan dalam tradisi masyarakat Tiongkok.
Ciri khas wajahnya mencakup mata sipit dengan kelopak tebal dan sudut luar mata yang naik, hidung besar dan lebar, serta kumis tebal yang dipilin ke samping mulut.
Pakaian yang dikenakan juga menunjukkan pengaruh budaya Tiongkok, yakni busana berkerah tertutup yang dikenal sebagai cheongsam atau chángshān.
- Arca Siwa Mahakala
Arca Siwa Mahakala yang termasuk dalam koleksi Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris 38 berasal dan ditemukan Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: Seperti Ini Riwayat Berdirinya GP Ansor di Mojokerto
Arca ini menggambarkan sosok laki-laki dan memiliki stela (lempengan batu berdiri yang digunakan masa dunia kuno) berbentuk persegi dengan ujung menyerupai kurawal, serta dilengkapi prabha di bagian belakang kepala.
Di sekeliling tubuh arca terdapat motif “Surya Majapahit” yang menjadi ciri khas peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit.
Secara fisik, Siwa Mahakala menunjukkan ciri-ciri Ras Mongoloid, seperti wajah berbentuk persegi, mata yang sipit, dan tulang pipi yang menonjol.
Dari segi budaya, keunikan terlihat pada penataan kumis yang dipilin dan diarahkan ke sudut mulut hingga menyentuh dagu, sementara jenggotnya dibiarkan panjang dan dibentuk seperti segitiga yang menjuntai sampai ke dada.
- Arca Laki-Laki Bertopi
Arca laki-laki bertopi juga merupakan arca terakota yang terletak di Museum Trowulan Mojokerto dengan nomor inventaris 30/tr/kms/24/Bpg.
Arca yang menampakkan seorang laki-laki sedang duduk bersila dengan telapak kanan menggenggam telapak kiri berada di pangkuan.
Arca ini memakai Maozi yakni sebuah penutup kepala (topi) yang biasa dikenakan oleh masyarakat Cina.
Orang India
Sebagian orang India termasuk dalam ras Kaukasoid, yang sering disebut sebagai suku bangsa Arya. Suku Arya adalah kelompok yang pernah datang ke India dan kemudian melanjutkan serta mengembangkan kebudayaan Hindu. Nama "Arya" sendiri dapat ditemukan dalam kitab suci Veda.
Selain itu, ada juga kelompok masyarakat India yang memiliki ciri khas berkulit hitam. Mereka umumnya tinggal di wilayah India bagian selatan dan di Sri Lanka, dan dikenal sebagai suku bangsa Dravida.
Orang India datang ke Majapahit karena beberapa kondisi yakni perdagangan, agama dan pengaruh budaya.
Arca yang telah diidentifikasikan sebagai orang India adalah arca laki-laki bersorban.
Baca Juga: Tak Cuma Hindu, Intip Kepercayaan Lain yang Hidup di Masa Majapahit
- Arca Laki-Laki Bersorban
Ciri fisik arca ini tergolong ciri orang Arya, yakni berbentuk wajah oval, alis mata tebal dan kelopak mata yang menonjol.
Arca terakota ini dapat ditemui di Museum Trowulan Mojokerto dengan nomor inventaris 31/Tr/Kms/24/Bpg, menggambarkan tokoh laki-laki sedang bersandar pada semacam stela, dan berdiri di atas lapik dengan membawa barang yang dipikul.
Orang Tartar
Nama Tartar kerap dikaitkan dengan peristiwa runtuhnya Kerajaan Singhasari dan munculnya Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-14 Masehi. Keberadaan bangsa Tartar tercatat dalam naskah-naskah seperti Kakawin Nāgarakrtāgama, Pararaton, dan Kidung Harsawijaya. Ketiganya mengisahkan bahwa kedatangan orang Tartar ke Pulau Jawa bertujuan untuk memberikan hukuman kepada raja Jawa.
Orang-orang Tartar merupakan bagian dari Ras Turanian, terdapat arca koleksi Museum Trowulan Mojokerto dengan nomor inventaris 327/tr/trw/24/Bpg yang menggambarkan tokoh pria dengan menggunakan untuk kepala berbentuk caping, memiliki wajah bulat. Ciri-ciri arca tersebut termasuk bagian dari orang Tartar.
Orang Arab
Hubungan antara orang Arab dan dunia Timur, termasuk Nusantara, sudah terjalin sejak masa pra-Islam melalui aktivitas dagang.
Pada abad VIII M, interaksi mereka dengan penduduk Nusantara semakin meluas, terutama dalam rangka penyebaran Islam. Kedatangan agama Islam pun diikuti oleh masuknya budaya Arab, khususnya dari Hadramaut.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Peninggalan Majapahit, Pesona Candi Tikus yang Tersembunyi di Bawah Tanah
Ciri fisik orang Hadramaut diduga tergambar dalam arca terakota laki-laki bersongkok milik BP3 Jawa Tengah (no. inventaris 242), yang menunjukkan mata dan hidung besar, bibir tebal, serta kelopak mata menonjol. TASYA
Editor : Imron Arlado