RADAR MAJAPAHIT, JAWAPOS.COM - Di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terdapat makam Putri Campa. Peziarah kerap datang dan melakukan ritual keagamaan di lokasi ini.
Putri Cempaka atau dikenal sebagai Putri Campa merupakan istri ke lima dari Raja Brawijaya V alias Bhre Kertabhumi. Dari pernikahan Raja Brawijaya V dengan Putri Campa ini dikaruniai seorang putra yakni Raden Fatah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak.
”Diberi nama Cempaka karena dia berasal dari negeri Cempa. Selain itu, ia terkenal sangat cantik,” ujar Siti Mariam, 60, juru pelihara makam Putri Cempaka, Sabtu (20/4).
Diperkirakan, Putri Campa wafat pada tahun 1370 Saka atau 1442 Masehi sesuai yang tertera di batu nisannya. Banyak yang mengatakan, awal masuknya Islam di Bumi Majapahit ketika era Putri Campa dan Raja Brawijaya V. Tradisi turun temurun yang masih dipertahankan hingga saat ini di makam tersebut yakni menggelar tumpengan ketika acara tertentu.
Ketika memasuki makam Putri Campa pada bagian depan, terdapat dua pilar dan bangunannya yang dicat serba hitam putih. Serta di tengah pilar tersebut terdapat lambang bunga cempaka.
Awal memasuki area kompleks makam terdapat dua makam yang dinaungi payung kuning. Makam tersebut merupakan makam Singo Barong dan Singo Petek yang merupakan panglima perang era Raja Brawijaya V.
Di sisi kanan kiri makam terdapat sekitar 80 makam yang dipercaya warga sebagai makam prajurit Majapahit pada abad-14. (laila ramadani)
Editor : Imron Arlado