Kue bertekstur kenyal dengan baluran gula putih ini dikenal lewat kesederhanaannya. Meski tampilannya simpel, kombinasi rasa manis dan gurihnya selalu berhasil membawa siapa saja bernostalgia ke suasana pasar tradisional zaman dulu.
Di Mojokerto, getas menjadi salah satu jajanan favorit yang dijajakan di Pasar Keramat, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet. Getas ketan putih memiliki bentuk yang khas, yakni oval atau sedikit lonjong.
Diselimuti lapisan gula pasir putih, getas memiliki tekstur khas saat digigit. Sensasi garing atau crispy dengan rasa manis yang dominan. Namun, begitu masuk ke bagian dalam, lidah langsung disambut oleh tekstur adonan yang kenyal dan lembut.
Rasa gurih yang meresap pada bagian dalam kue berasal dari adonan utamanya, yaitu kombinasi tepung ketan putih, parutan kelapa segar, dan sedikit garam. Perpaduan kontras antara manisnya gula kristal dan gurihnya ketan kelapa inilah yang membuat kue getas begitu digemari.
Selain variasi ketan putih, di beberapa daerah di Jatim juga kerap dijumpai getas ketan hitam yang memiliki aroma lebih pekat dan warna adonan dalam yang lebih gelap.
Keberadaan getas ketan putih membuktikan bahwa kuliner tradisional tidak membutuhkan bahan yang rumit untuk menciptakan cita rasa yang berkesan. Hingga kini, kue getas masih mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional hingga toko oleh-oleh di berbagai wilayah Jatim. (ram)
Editor : Rizal Amrulloh