Mengenal Petirtaan Penataran Blitar, Peninggalan Majapahit dengan Konsep Mikrokosmos

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

 

Penataran
WARISAN BUDAYA: Situs Petirtaan Penataran yang dihiasi dengan sembilan menara miniatur candi yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. (Foto: Tourism Information Centre Penataran)
RADAR MAJAPAHIT - Di balik megahnya Kompleks Candi Penataran di Kabupaten Blitar, terdapat sebuah situs petirtaan kuno yang memiliki arsitektur khas Majapahit. Situs tersebut adalah Petirtaan Penataran.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur menjelaskan, Petirtaan Penataran terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Secara geografis, situs ini berada di sisi barat daya Gunung Kelud dan sekitar 310 meter di timur laut dari Kompleks Percandian Penataran.

Petirtaan ini memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di petirtaan lain. Bangunan tersebut dihiasi dengan sembilan menara miniatur candi. Satu menara berukuran besar berada di posisi tengah, sementara delapan menara lainnya mengelilinginya sesuai dengan arah mata angin.

Susunan sembilan menara tersebut bukan sekadar ornamen. Susunan ini menggambarkan konsep mikrokosmos, yaitu gambaran alam semesta dalam skala kecil, yang menjadi filosofi utama dalam arsitektur Majapahit.

Secara fisik, Petirtaan Penataran merupakan bangunan berbahan batu andesit berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10,62 x 5,83 meter. Bangunan ini membujur dari utara ke selatan dan terbagi menjadi dua bilik yang simetris.

Di masing-masing bilik, terdapat pilar pada bagian tengah dan sudut yang dihiasi oleh sembilan menara miniatur tersebut. Untuk sistem pengairan, petirtaan ini memiliki sepuluh pancuran atau dalam istilah arkeologi disebut jaladwara, sebagai tempat keluarnya air.

Menurut Balai Pelestarian Kebudayaan, susunan menara, pancuran, dan tata ruang pada Petirtaan Penataran tidak hanya memiliki fungsi praktis sebagai tempat pemandian suci, tetapi juga mengandung makna simbolis yang mendalam tentang alam semesta dan kesucian air dalam tradisi masa lalu. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wikayah Jawa Timur
Petirtaan Penataran Blitar BPK Wilayah Jatim majapahit