Candi Gajah Panji di Lereng Gunung Penanggungan, Jejak Pemujaan Gunung Era Akhir Majapahit

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:42 WIB
IKONONOGRAFI: Pahatan relief figur Raden Panji yang menunggangi gajah pada Candi Gajah Panji.
IKONONOGRAFI: Pahatan relief figur Raden Panji yang menunggangi gajah pada Candi Gajah Panji.
RADAR MAJAPAHIT – Candi Gajah Panji yang berada di lereng Gunung Kemuncup, kawasan suci Gunung Penanggungan Pawitra, menjadi salah satu situs yang merepresentasikan konsep pemujaan gunung pada era akhir Majapahit.
Berdasarkan keterangan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur, situs tersebut berbentuk punden berundak dengan pemanfaatan material batu andesit alam yang berpadu dengan kontur topografi lereng.

Integrasi antara struktur bangunan dan kondisi alam menjadi salah satu karakter kuat Candi Gajah Panji. Bentuk tersebut memperlihatkan bagaimana konstruksi situs disesuaikan dengan lingkungan pegunungan sebagai bagian dari konsep spiritual pada masa akhir Majapahit.

Secara arsitektural, Candi Gajah Panji memiliki struktur tangga kembar yang simetris di sisi kanan dan kiri. Tangga tersebut berfungsi sebagai jalur sirkulasi vertikal menuju titik fokus spiritual utama di bagian situs.

Pada titik tersebut terdapat sebuah panel batu monolitik berukuran besar yang dihiasi relief figur Raden Panji sedang menunggangi seekor gajah.

Keberadaan relief tersebut menjadi bagian penting dari karakter ikonografi Candi Gajah Panji. Figur Panji yang ditampilkan bersama gajah memperlihatkan perpaduan antara simbol lokal dan narasi yang berkembang pada masa akhir Majapahit.

Dalam pemaknaan simbolis, gajah dikaitkan dengan kekuatan dan kebijaksanaan. Sementara kisah Panji dapat menjadi media yang berkaitan dengan legitimasi kekuasaan, ajaran moral, maupun ritual ruwatan dalam tradisi spiritual Jawa kuno.

Candi Gajah Panji dengan demikian tidak hanya memperlihatkan bentuk arsitektur punden berundak, tetapi juga menggambarkan keterkaitan antara lanskap gunung, bangunan, relief, serta gagasan spiritual yang berkembang pada masa akhir Majapahit.

Keberadaan situs di lereng Gunung Kemuncup turut memperlihatkan bagaimana kawasan Gunung Pawitra menjadi bagian dari ruang sakral yang menghadirkan perpaduan antara alam dan ekspresi budaya masyarakat pada masa tersebut. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim
Gunung Pawitra BPK Wilayah Jatim majapahit