RADAR MAJAPAHIT - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI terus mematangkan rencana restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu. Upaya tersebut diarahkan untuk mengembalikan kemegahan kawasan cagar budaya peninggalan abad ke-9 sekaligus memperkuat fungsinya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage.
Candi Prambanan menjadi salah satu warisan budaya monumental yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting. Kawasan tersebut juga mendapat perhatian dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain. Pada Juli lalu, kompleks Candi Prambanan dikunjungi Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi.
Namun, pekerjaan pemugaran di kompleks Candi Prambanan masih menyisakan agenda besar. Salah satunya adalah pemulihan candi-candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Brahma, dan Wisnu.
Berdasarkan catatan arkeologis, kompleks Candi Prambanan memiliki 224 candi perwara. Hingga saat ini, baru enam candi perwara yang berhasil dipugar sejak era kemerdekaan. Sementara 218 candi lainnya masih dalam kondisi runtuh atau belum direkonstruksi.
Enam candi perwara yang telah dipugar memiliki ketinggian hingga sekitar 14 meter. Bangunan tersebut nantinya menjadi prototipe teknis sekaligus tolok ukur untuk pelaksanaan rekonstruksi candi perwara lainnya.
Pemugaran ratusan candi perwara bukan pekerjaan mudah. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan material batu asli yang masih berada di lokasi.
Sebagian batu penyusun candi diperkirakan telah berpindah atau terdispersi pada masa lalu untuk berbagai keperluan. Akibatnya, material asli yang masih tersedia diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 30 persen pada setiap titik candi.
Kondisi batu yang tersisa juga beragam. Sebagian masih dalam kondisi utuh, sementara lainnya mengalami keretakan, pecah, hingga pelapukan akibat penggaraman dan pengaruh lingkungan mikro di sekitar situs.
Kemenbud kini menyiapkan kajian komprehensif dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari arkeologi, konservasi hingga teknik struktur. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan proses restorasi tetap sesuai dengan prinsip dan kaidah pelestarian cagar budaya.
"Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh,” ungkap Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon.
Selain mengandalkan keahlian nasional, proses restorasi juga membuka peluang kerja sama internasional. Pemerintah India disebut telah menyatakan komitmen untuk mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat kawasan candi perwara.
Dukungan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam. Sementara tiga perempat kawasan lainnya direncanakan ditangani secara mandiri oleh tim ahli nasional dengan tetap mengacu pada kaidah pemugaran yang berlaku, termasuk prinsip-prinsip UNESCO.
Pemugaran Candi Prambanan diharapkan tidak berhenti pada pengembalian bentuk fisik bangunan. Kementerian Kebudayaan juga menargetkan kawasan tersebut mampu menghidupkan ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi.
Dengan pemanfaatan yang berkelanjutan, Candi Prambanan diharapkan semakin menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
"Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi dari berbagai negara, wisatawan asing dan juga dari domestik,” tambah Fadli Zon.
Kemenbud berharap restorasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan, termasuk candi-candi perwara, dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai living heritage yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Upaya tersebut tidak hanya dipandang sebagai proyek rekonstruksi bangunan bersejarah, tetapi juga bagian dari penguatan identitas dan warisan budaya bangsa melalui kolaborasi antara pemerintah, para ahli, serta mitra internasional. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI