RADAR MAJAPAHIT — Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon mendorong percepatan pemugaran 224 candi perwara di kawasan Candi Prambanan. Pemugaran tersebut ditargetkan selesai sebelum 2029.
Hal itu dibahas Fadli dalam pertemuan dengan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, di Kantor Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI di Jakarta, Selasa (11/8) lalu.
Fadli Zon mengatakan percepatan pemugaran harus tetap memperhatikan prinsip pelestarian dan ketepatan konstruksi. Kesiapan sumber daya manusia serta ketersediaan material juga menjadi faktor penting dalam mengejar target tersebut.
Selama ini, pembangunan satu candi perwara membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Karena itu, diperlukan metode kerja yang lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis dan pelestarian bangunan.
"Pemugaran dan penataan kawasan Prambanan harus kita tempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam pelindungan dan pemajuan kebudayaan. Karena itu, aspek pelestarian, kualitas, dan tata kelola kawasan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya,” ujar Fadli Zon.
Dalam rencana pemugaran, material yang digunakan harus menyesuaikan karakter bangunan asli. Salah satunya batu andesit berbasis abu Merapi, dengan kombinasi batu asli dan batu cetak serta pengendalian variasi warna.
Selain pemugaran candi, Kementerian Kebudayaan juga mendorong penataan kawasan Prambanan melalui master plan yang mencakup bangunan candi, tata ruang, sanitasi, fasilitas pengunjung, area komersial, dan lanskap.
Pengaturan akses pengunjung juga menjadi perhatian. Salah satunya dengan menempatkan area parkir di luar kawasan utama agar tidak mengganggu pandangan dan karakter monumental Candi Prambanan.
"Revitalisasi Candi Prambanan harus mempertahankan nilai monumental dan karakter kawasan. Pembangunan maupun penataan fasilitas tidak boleh mengganggu pandangan terhadap candi. Karena itu, seluruh elemen kawasan harus dirancang dalam satu kesatuan master plan,” kata Fadli Zon.
Penataan kawasan Prambanan juga akan mempertimbangkan unsur seni rupa dan arsitektur. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan monumen di kawasan Warini serta penambahan elemen seni dan museum.
Gagasan tersebut akan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, termasuk maestro pematung I Nyoman Nuarta yang turut hadir dalam pertemuan.
Dony Oskaria mengatakan percepatan pemugaran perlu didukung tenaga ahli yang memadai dan kepastian pasokan material. Kedua hal tersebut, menurutnya, perlu disiapkan sejak awal agar target pemugaran dapat dicapai.
"Percepatan pemugaran perlu didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta kepastian dan kemudahan dalam penyediaan material. Kedua aspek ini perlu dipastikan sejak awal agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan efektif dan sesuai target,” ujar Dony.
Selain kawasan Prambanan, pertemuan juga membahas rencana optimalisasi sejumlah aset untuk dikembangkan menjadi museum tematik. Beberapa di antaranya Museum Film di Kota Tua, Museum Musik di koridor Asia Afrika Bandung, Museum Fotografi, dan Museum Arsitektur.
Pengembangan museum tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan perencanaan, kurasi, koleksi, serta model pengelolaan yang berkelanjutan. Sejumlah rencana pemanfaatan aset untuk museum juga telah dilaporkan kepada Presiden dan mendapat dukungan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri I Nyoman Nuarta dan Ketua Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia Aminudin TH Siregar.
Selanjutnya, Kemenbud akan melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemugaran kawasan Prambanan sekaligus mengembangkan aset kebudayaan menjadi bagian dari ekosistem museum dan kebudayaan nasional. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI