Durga Mahisasuramardhini, Simbol Kemenangan Kebaikan atas Kejahatan

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB
ARCA: Durga Mahasasuramardini (Sumber: BPK Wilayah Jatim)
ARCA: Durga Mahisasuramardhini. (Sumber: BPK Wilayah Jatim)

RADAR MAJAPAHIT — Sosok Durga Mahisasuramardhini dikenal dalam tradisi Hindu sebagai dewi yang mengalahkan Mahisasura, raksasa berwujud kerbau. Kisah tersebut menggambarkan pertarungan antara kekuatan kebaikan dan kejahatan sekaligus menempatkan Durga sebagai sosok pelindung yang memiliki kekuatan para dewa.

Dalam kisah mitologi Hindu, Mahisasura memiliki kesaktian yang membuatnya sulit dikalahkan. Para dewa kemudian menyatukan kekuatan mereka dan menciptakan sosok perempuan yang memiliki berbagai kesaktian. Sosok tersebut adalah Durga.

Durga digambarkan sebagai perempuan cantik dengan sepuluh tangan. Masing-masing tangannya membawa senjata yang diberikan para dewa, antara lain cakra milik Wisnu, trisula milik Siwa, sankha milik Varuna, pisau milik Agni, busur dan panah milik Vayu, sinar Surya, kaladanda milik Yama, vajra milik Indra, kalung mutiara hitam dari Shesha, serta cangkir berisi anggur dari Kubera.

Dengan kekuatan tersebut, Durga kemudian menghadapi Mahisasura. Dalam kisahnya, Durga mendaki Gunung Windya, tempat Mahisasura berdiam, dan menundukkan para raksasa sebelum akhirnya menghadapi Mahisasura dalam wujud kerbau.

Pertarungan berakhir ketika Durga menancapkan trisula ke dada Mahisasura. Keberhasilan tersebut membuat Durga dikenal dengan sebutan Mahisasuramardhini, yang berarti Dewi Durga pembunuh Mahisasura.

Penggambaran kisah tersebut juga ditemukan dalam arca Durga Mahisasuramardhini. Sosok Durga digambarkan berdiri di atas kerbau sambil menjambak rambut Mahisasura dan memegang ekornya. Tangan-tangan lainnya membawa senjata sebagai simbol kekuatan untuk mengalahkan kejahatan.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur juga mencatat keberadaan arca Durga Mahisasuramardhini di Candi Badut. Arca tersebut berada pada relung sisi utara candi dan digambarkan dalam posisi menginjak siluman kerbau.

"Relung sisi timur dan selatan kosong sedangkan relung sisi utara terdapat arca Durga Mahisasuramardini dalam posisi menginjak siluman kerbau,” demikian keterangan BPK Wilayah Jawa Timur.

Arca Durga juga ditemukan dalam konteks tinggalan Candi Rimbi. BPK Wilayah mencatat bahwa di kawasan tersebut pernah ditemukan arca perempuan, termasuk arca Durga Mahisasuramardhini yang digambarkan sedang menghajar iblis kerbau.

“Tak salah masyarakat menyebut demikian, sebab pada area candi pernah ditemukan dua arca wanita, satu berukuran besar bernama Dewi Parwati dan satunya wanita bertaring sedang menghajar iblis kerbau bernama Durga Mahisasuramardhini,” tulis BPK Wilayah Jawa Timur.

Penggambaran Durga Mahisasuramardhini dalam arca memperlihatkan bagaimana kisah mitologi Hindu diterjemahkan ke dalam seni pahat. Sosok Durga tidak hanya ditampilkan sebagai dewi dengan kekuatan luar biasa, tetapi juga sebagai simbol keberanian dan perlindungan.

Dalam konteks tinggalan cagar budaya Jawa Timur, arca-arca Durga Mahisasuramardhini menjadi bagian dari peninggalan yang memperlihatkan kuatnya pengaruh tradisi Hindu Siwa pada masa Jawa Kuno. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim
Kemenbud RI BPK Wilayah XI