JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Bahasa Kawi sering kali dikenal sebagai bahasa yang digunakan dalam karya sastra kuno. Namun, pada masa Kerajaan Majapahit, penggunaannya ternyata jauh lebih luas.
Berbagai prasasti, piagam, hingga naskah kuno menunjukkan bahwa Bahasa Kawi atau Jawa Kuno menjadi bagian penting dalam kehidupan kerajaan. Bahasa tersebut digunakan untuk mencatat berbagai peristiwa dan dokumen penting.
Baca Juga: Melihat Koleksi Artefak Peninggalan Majapahit di Museum Kaputren di Desa Klinterejo
Berikut beberapa peran Bahasa Kawi dan Jawa Kuno pada masa Majapahit.
- Administrasi kerajaan
Bahasa Kawi digunakan dalam berbagai prasasti dan piagam kerajaan. Isinya mencatat penetapan wilayah, pemberian hak tanah, hingga kebijakan yang dikeluarkan penguasa.
Berkat prasasti tersebut, para sejarawan kini dapat menelusuri berbagai peristiwa penting pada masa Majapahit.
- Karya sastra
Bahasa Kawi juga menjadi bahasa utama dalam penulisan kakawin. Salah satu yang paling terkenal ialah Nagarakretagama karya Mpu Prapanca.
Selain itu, terdapat Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Dari karya inilah lahir ungkapan "Bhinneka Tunggal Ika" yang kini menjadi semboyan bangsa Indonesia.
- Kehidupan keagamaan
Sejumlah naskah keagamaan pada masa Majapahit juga ditulis menggunakan Bahasa Kawi. Dalam beberapa bagian, bahasa tersebut dipadukan dengan kosakata Sanskerta.
Hal itu menunjukkan kuatnya pengaruh budaya dan agama pada masa tersebut.
- Warisan bagi bahasa Jawa
Bahasa Kawi menjadi salah satu cikal bakal perkembangan bahasa Jawa. Sejumlah kosakata yang digunakan hingga kini berasal dari Bahasa Jawa Kuno.
Baca Juga: Jadi Ikon Daerah, Tari Bedhaya Majapahit Diwariskan ke Generasi Muda
Meski tidak lagi dipakai sebagai bahasa sehari-hari, Bahasa Kawi masih dipelajari untuk memahami prasasti dan naskah kuno.
Keberadaan Bahasa Kawi menunjukkan bahwa Majapahit tidak hanya meninggalkan candi dan artefak. Kerajaan ini juga mewariskan kekayaan bahasa yang menjadi bagian penting dalam sejarah Nusantara.YOLANDA
Editor : Imron Arlado