23 Karya Budaya Jawa Timur Resmi Direkomendasikan Jadi WBTbI 2026

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:09 WIB
Warisan
WARISAN BUDAYA: Daftar 23 karya budaya dari Provinsi Jatim yang direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai WBTbI 2026. (Sumber: Disbudpar Jatim)

RADAR MAJAPAHIT — Sebanyak 23 karya budaya dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) berhasil direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2026. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Sidang Penetapan Termin 2 Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa (1/9) lalu.

Keputusan resmi penetapan tersebut diumumkan secara langsung pada pengumuman hasil sidang WBTbI Termin 2 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (4/9) sebagaimana dilansir dari Bidang Kebudayaan Disbudpar Provinsi Jatim.
Rekomendasi ini menjadi angin segar sekaligus bentuk apresiasi terhadap kekayaan tradisi, seni pertunjukan, kuliner khas, hingga kerajinan tangan yang terus dijaga oleh masyarakat Jatim secara turun-temurun.

Berikut daftar lengkap 23 karya budaya Jatim yang berhasil direkomendasikan sebagai WBTbI 2026:

Seni Pertunjukan & Tradisi
Arak-Arakan Pegon (Kab. Jember)
Sandorellang (Kab. Jember)
Tradisi Manten Sapi (Kab. Pasuruan)
Mulunen (Kab. Pasuruan)
Ngiring Kucing (Kab. Probolinggo)
Tradisi To'-Oto' (Kab. Sampang)
Sandur Sumenep (Kab. Sumenep).Siaran Parlo (Kab. Situbondo)
Petik Laut Mayangan (Kota Probolinggo)
Barongan Kucingan Blitaran (Kab. Blitar)
Tledhek Jimbe (Kab. Blitar)
Musik Daul (Kab. Pamekasan)
Bha' Gharbis (Kab. Sumenep)
Tari Remo Munali Patah (Kab. Sidoarjo)
Kerajinan & Keterampilan Tradisional
Tikar Pandan Bawean (Kab. Gresik)
Batik Sendang Lamongan (Kab. Lamongan)

Kuliner & Makanan Tradisional
Wingko Babat Lamongan (Kab. Lamongan)
Manco Madiun (Kab. Madiun)
Tajhin Sora (Kab. Sumenep)
Nasè' Sodu (Kab. Situbondo)
Jajan Ladu (Kota Batu)
Madumongso (Kota Madiun)
Dawet Suronatan (Kota Madiun)

Dengan direkomendasikannya 23 karya budaya ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk terus melestarikan serta mempromosikan warisan leluhur semakin meningkat, sekaligus memperkuat identitas kebudayaan Nusantara. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Disbudpar Jatim
Disbudpar Jatim