RADAR MAJAPAHIT - Ratusan warga memadati jalan depan Masjid Darussalam, Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/8). Mereka berduyun-duyun mengikuti tradisi keresan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Dua pohon keres atau kersen yang berdiri di tengah jalan dusun menjadi pusat perhatian. Beragam hasil bumi, pakaian, hingga kerajinan warga digantung di dahan pohon. Begitu tradisi dimulai, warga langsung berebut mengambil barang yang menghiasi pepohonan tersebut.
Tradisi keresan diawali pengajian di Masjid Darussalam. Kegiatan tahunan itu telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dusun Mengelo. Berbagai barang yang digantung merupakan sumbangan warga, mulai buah-buahan, sayuran, pakaian, topi, sandal, hingga hasil bumi.
Fadli, 40, salah satu warga mengaku hampir setiap tahun mengikuti tradisi tersebut. Bahkan, warga asal Desa Bicak, Kecamatan Trowulan itu rela memanjat pohon untuk mendapatkan barang yang digantung. ”Hampir tiap tahun datang bersama teman. Selain seru, juga berharap mendapat keberkahan dari peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW,” terangnya.
Namun, hasil yang diperoleh Fadli tidak seluruhnya dibawa pulang. Sejumlah barang justru dilemparkan ke bawah agar bisa diambil warga yang tidak dapat memanjat pohon.
Panitia Tradisi Keresan Saiful Alam menambahkan, tradisi tersebut sudah dikenal masyarakat sejak dirinya masih kecil. Warga kini berupaya mempertahankan sebagai warisan leluhur sekaligus bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. ”Sejak saya kecil sudah ada. Kami sebagai generasi penerus tinggal melanjutkan tradisi dari nenek moyang,” katanya.
Menurut Saiful, pohon kersen dipilih bukan tanpa alasan. Pohon yang memiliki banyak daun dan buah itu menjadi simbol harapan agar rezeki masyarakat Dusun Mengelo senantiasa melimpah. ”Yang digantung itu hasil bumi dan kerajinan masyarakat. Semuanya sumbangan warga. Filosofinya, pohon keres memiliki buah dan daun yang banyak. Harapannya, rezeki masyarakat Mengelo juga banyak dan melimpah,” paparnya.
Bagi warga Sooko keresan bukan sekadar kemeriahan berebut hadiah semata. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, kebersamaan, sekaligus menyemai doa agar keberkahan Maulid Nabi meluber ke seluruh negeri. (fan/ris)
Editor : Rizal Amrulloh