Tradisi Kirab Budaya Peringati Maulid Nabi, Lestarikan Budaya Jawa sebagai Media Dakwah

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB
RAWAT TRADISI: Warga Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mengikuti kirab bernuansa khas Jawa dengan membawa hasil bumi sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8). (Foto: JPRM/Sofan Kurniawan) 
RAWAT TRADISI: Warga Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mengikuti kirab bernuansa khas Jawa dengan membawa hasil bumi sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8). (Foto: JPRM/Sofan Kurniawan) 

RADAR MAJAPAHIT - Nuansa tradisi Jawa begitu kental dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sumber Kenanga, Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, kemarin (25/8). Ratusan warga tumplek blek mengikuti kirab budaya yang digelar setiap 12 Rabiul Awal. 

Kirab dikemas dengan pawai budaya khas Jawa. Warga mengenakan beragam pakaian adat sembari membawa sesaji berupa buah-buahan dan kembang setaman. Arak-arakan itu tak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan warga. 

Ketua Pelaksana kirab Maz Bei mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap 12 Rabiul Awal untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. ”Acara ini digelar setiap tahun saat tanggal 12 Rabiul Awal untuk memperingati lahirnya junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. 

Menurut Maz Bei, kirab tersebut menjadi bagian dari upaya Paseban (Pelestari Seni Budaya Nusantara) dalam menjaga warisan seni dan budaya lokal. Pawai tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Jawa kepada generasi muda. ”Ini tidak sekadar pawai, tetapi juga melestarikan budaya Jawa sebagai medium dakwah yang dahulu pernah dilakukan para leluhur kita di bumi Nusantara,” jelasnya. (fan/ris)

Editor : Rizal Amrulloh
Maulid Nabi Kirab Budaya