RADAR MAJAPAHIT - Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana Keraton Kasepuhan Cirebon diwarnai tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun, yakni Siraman Panjang. Ritual ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Maulid Nabi di keraton.
Dilansir dari Balai Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), prosesi Siraman Panjang dilakukan dengen membersihkan sejumlah pusaka keraton secara khusus. Para abdi dalem dengan pakaian serba putih secara khusyuk menyiram dan mengelap pusaka-pusaka peninggalan leluhur di atas bak besar berisi air.
Kegiatan ini merupakan ritual yang terus dijaga hingga kini sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya. "Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini menjadi bagian dari rangkaian adat dalam menyambut Maulid Nabi," tulis Balai Budaya Kemendikbud RI.
Tradisi ini tidak hanya diikuti oleh pihak keraton. Setelah prosesi pembersihan pusaka selesai, perhatian warga langsung tertuju pada air yang digunakan untuk mencuci pusaka tersebut.
Ratusan warga antusias mengantre untuk mengambil air tersebut. Bagi sebagian masyarakat, air bekas cucian pusaka dipercaya memiliki nilai keberkahan. Mereka membawa jeriken, botol, hingga wadah lain untuk menampung air itu.
Tradisi ini sekaligus mempererat ikatan spiritual masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi. "Di tengah perkembangan zaman, Siraman Panjang menjadi bukti bahwa warisan budaya dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat Cirebon terus dijaga dari generasi ke generasi," jelas Balai Budaya Kemenbud RI. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Balai Budaya Kemenbud RI