Lestarikan Budaya Nusantara, Kemenbud Gelar Lomba Permainan Tradisional

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:10 WIB
SEMARAK PELESTARIAN BUDAYA: Menbud Fadli Zon membuka lomba permainan rakyat dan Olahraga Tradisional pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). (Foto: Kemenbud RI/Heri Budi S)
SEMARAK PELESTARIAN BUDAYA: Menbud Fadli Zon membuka lomba permainan rakyat dan Olahraga Tradisional pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). (Foto: Kemenbud RI/Heri Budi S)

RADAR MAJAPAHIT — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI mengajak masyarakat ikut melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan melalui Lomba Permainan dan Olahraga Tradisional dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

 

Kegiatan digelar Kemenbud melalui Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di area Masjid Baitut Tholibin, kompleks kantor Kemendikdasmen. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat umum dan dihadiri sejumlah tokoh budayawan.

 

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, kegiatan lomba permainan tradisional menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberadaan Objek Pemajuan Kebudayaan, khususnya permainan rakyat dan olahraga tradisional. "Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Untuk menyambut HUT kemerdekaan, kita menghadirkan kekayaan dan keberagaman budaya, salah satunya adalah permainan rakyat atau permainan tradisional,” tuturnya, Senin (17/8).

 

Beragam permainan tradisional dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Peserta dapat mengikuti sejumlah perlombaan yang selama ini lekat dengan perayaan kemerdekaan di berbagai daerah.

 

Permainan yang dilombakan antara lain tarik tambang, balap karung, gigit koin, bakiak beregu, tangkap belut, makan kerupuk, kelereng sendok, paku botol, hingga panjat bambu.

 

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menyediakan kegiatan mewarnai dan menggambar yang dapat diikuti anak-anak. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal permainan dan aktivitas tradisional.

 

"Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi ke-81, kita ada berbagai kegiatan untuk lomba. Ada tarik tambang, balap karung, gigit koin, bakiak beregu, tangkap belut, makan kerupuk, kelereng sendok, paku botol, lomba mewarnai dan menggambar. Ada juga yang dari tahun lalu sudah kita lakukan, yaitu panjat bambu sehingga lebih ramah lingkungan. Aktivitas-aktivitas ini juga bagian dari permainan rakyat, dan permainan tradisional kita,” jelas Fadli Zon.

 

Menurut Menbud, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dalam momentum peringatan kemerdekaan. Permainan rakyat tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari budaya yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan.

Fadli Zon juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus terus berupaya mewujudkan cita-cita Proklamasi menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenbud menegaskan komitmennya untuk menyediakan ruang bagi pelindungan dan pemajuan kebudayaan Nusantara. Permainan rakyat dan olahraga tradisional diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan tidak berhenti sebagai tradisi yang hanya muncul ketika perayaan Hari Kemerdekaan RI. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Kemenbud RI
Kemenbud RI Permainan Tradisional fadli zon HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)